Sertifikasi Usaha Hotel Tingkatkan Mutu Pariwisata Indonesia

Senin, 04 Mei 2015 | 15:33


Semakin meningkatnya jumlah wisatawan yang datang ke Indonesia, serta tumbuhnya usaha perhotelan di Indonesia, membuat pariwisata menjadi sektor yang menggairahkan perekonomian Indonesia dan sumber penerimaan negara.Beberapa daerah memilki daya tarik wisata tersendiri, seperti Jogjakarta. Hal ini disadari oleh berbagai elemen masyarakat Jogja yang perduli terhadap pembinaan pelaku industri pariwisata. Rabu, 29 April 2015. Harian Jogja mengadakan seminar Pariwisata Jogja Istimewa, dengan tema “Industri Pariwisata Sebagai Kekuatan Perekonomian Jogja”, yang dihadiri oleh pelaku usaha hotel, tur dan travel dan pelaku industri pariwisata lainnya.

Seminar dibuka oleh Arif Yahya, Menteri Pariwisata dan dihadiri oleh narasumber dari Kemenpar, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) , Asosiasi Tur dan Travel (ASITA), Dinas Pariwisata setempat dan Sucofindo, BUMN jasa inspeksi, pengujian dan sertifikasi.

Pada pemaparannya, Arif Yahya mengatakan bahwa Kemenpar memiliki visi “Terwujudnya Indonesia sebagai negara tujuan pariwisata berkelas dunia, berdaya saing, berkelanjutan, mampu mendorong pembangunan daerah dan kesejahteraan rakyat.”  Jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia saat ini masih kalah dengan Thailand dan Malaysia, meski dari sumber daya alam dan potensi pariwisata budayanya tidak kalah dengan kedua negara tersebut.  Salah satu yang musti ditingkatkan adalah branding dan mutu pelayanan terhadap pariwisata Indonesia.

Guna meningkatkan daya saing pariwisata nasional, pemerintah telah mengeluarkan beberapa aturan, diantaranya adalah Peraturan Pemerintah RI No 52  Th 2012 Pasal 16 mengenai Pengembangan Sertifikasi Usaha, Peraturan Pemerintah RI No 52  Th 2012 Pasal 17 mengenai Penerapan Standar Usaha Pariwisata dan Permen Parekraf No PM.53/HM.001/MPEK/2013 Permen Parekraf No 6/2014 mengenai Standar Usaha Hotel.

Sufrin Hannan, Direktur Komersial PT. SUCOFINDO (PESERO), dalam pemaparannya mengatakan bahwa Sucofindo telah ditunjuk menjadi salah satu Lembaga Sertifikasi Usaha yang melakukan audit dan sertifikasi Usaha Hotel di wilayah Indonesia melalui Keputusan Menteri No. KM-32/HK.501/MPEK/2014 tgl. 1 Juli 2014.

Selanjutnya Sufrin menjelaskan, Sucofindo dalam memberikan jasa bersifat integrasi dalam mekanisme “One Stop Services” dengan biaya yang kompetitif dan waktu yang efisien. Dalam pelayanannya Sucofindo memberikan saran, masukan, pendapat serta rekomendasi untuk perbaikan sistem internal perusahaan maupun perbaikan berkelanjutan/continuous improvement. 

Sebagai perusahaan sertifikasi yang berpengalaman, Sucofindo memberikan informasi-informasi terbaru mengenai standar manajemen kualitas maupun standar lain yang relevan dengan proses bisnis organisasi/perusahaan.