BUMN Ikut Bermain Impor Gula Rafinasi, DPR Akan Tempuh Jalur Hukum

Jumat, 17 April 2015 | 07:39


Ketua Komisi VI DPR RI, Achmad Hafiz Tohir, menyatakan bahwa pihaknya akan mendorong audit tata niaga gula rafinasi termasuk dalam hal distribusinya. Hafiz yang dihubungi publicapos.com, Kamis (16/4), menjelaskan bahwa audit ini sangat penting dalam rangka mengevaluasi sejauh mana keberadaan gula rafinasi di pasar ini telah menganggu keberadaan gula dalam negeri.

"Kami mendorong pihak terkait seperti sucofindo, surveyor Indonesia, dan BPK untuk melakukan audit keberadaan gula rafinasi di pasar. Kami ingin mengetahui sampai seberapa jauh gula tersebut telah menganggu tata niaga gula domestik," ungkap politisi dari Fraksi PAN tersebut.

"Oleh karena itu penting kiranya memperoleh berapa sebenarnya kebutuhan gula dalam negeri. Tujuannya adalah kita mengetahui secara persis berapa sebenarnya kapasitas produksi dan kebutuhan gula kita dalam negeri. Dengan dasar ini kita bisa menentukan kapan kita membuka atau menutup keran impor," lanjut Hafiz.

Hafiz juga menekankan bila ada BUMN yang ternyata ikut bermain di pasar gula rafinasi maka DPR tidak akan segan untuk menempuh jalur hukum terhadap jajaran direksi.

"Andaikata ada temuan bahwa BUMN ternyata ikut bermain di impor gula rafinasi, maka kami dari Komisi VI tidak akan segan untuk merekomendasikan jalur hukum bagi jajaran direksinya. Ini penting, mengingat BUMN yang seharusnya menyelamatakan ekonomi rakyat malah justru memperburuk kondisinya," demikian pungkas Hafiz.(Andy)


sumber http://www.publicapos.com