Sucofindo Kembangkan Sektor Mineral dan Hulu Migas

Jumat, 27 Februari 2015 | 10:47


Perseroan Terbatas Sucofindo sebagai perusahaan jasa inspeksi, pengujian, dan sertifikasi bertekad menjadi pemimpin pasar dalam mengembangkan produk pertambangan hasil pengolahan dan pemurnian serta pelayanan di sektor hulu migas. "Tahun ini kita membentuk unit bisnis yang khusus menangani sektor mineral. Sektor ini akan terus berkembang ke depannya," kata Direktur Utama Sucofindo Bachder Djohan dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Kamis malam.

Sucofindo selama ini di sektor mineral telah melakukan pekerjaan verifikasi ekspor untuk produk berupa biji besi, nikel, konsentrat emas, tembaga, dan bahan tambang lainnya.

Hal tersebut juga dinilai merupakan bentuk dukungan terhadap kebijakan pemerintah dalam meningkatkan nilai tambah produk ekspor bahan tambang, selain tetap melaksanakan uji sampel hasil eksplorasi.

Sucofindo juga berkosentrasi untuk terjun di sektor hulu migas dengan membentuk unit pelayanan sektor hulu migas, di antaranya dengan jasa survei seismik serta "geoscience".

Menurut Bachder, strategi tersebut juga sejalan dengan rencana pemerintah yang tengah mendorong peningkatan produksi minyak dan gas untuk memenuhi kebutuhan domestik.

Selain itu, Direktur Komersial 1 Sucofindo Heru Riza Chakim menjelaskan bahwa jasa survei seismik ini bila dilakukan akan menghasilkan peta cadangan migas.

Namun, sayangnya di Indonesia, ujar dia, pangsa pasar kegiatan survei ini umumnya dilakukan perusahan survei asing sekitar 70 persen.

"Peta cadangan migas nasional adalah data dan informasi strategis suatu negara yang menurut kami seharusnya dilakukan oleh lembaga nasional," kata Heru.

Oleh karena itu, melihat potensi pasar yang ada dan dalam rangka mendukung kebijakan pemerintah meningkatkan lifting migas dalam negeri, Sucofindo kini mengembangkan kompetensi dan investasi peralatan untuk keperluan survei seismik.

"Selama ini, Sucofindo sudah terjun di sektor hilir migas melayani inspeksi dan pengujian produk migas serta distribusinya. Maka, pada tahun 2015 mulai akan mengembangkan pasar ke sektor hulu migas dalam bentuk konsultasi pencarian produksi migas," jelas Heru.

Pada tahun 2014, laba bersih Sucofindo dilaporkan mengalami kenaikan sebesar 2,4 persen dari laba bersih tahun sebelumnya.

Pada tahun 2015, Sucofindo memiliki target pendapatan sebesar Rp2,2 triliun dengan laba Rp146 miliar. (ant/mar)
Komentar Anda

sumber http://skalanews.com