Sucofindo Garap Sektor Hulu Migas

Selasa, 24 Februari 2015 | 11:11


Sucofindo sebagai perusahaan jasa inspeksi, pengujian, dan sertifikasi bertekad menjadi market leader di bidang produk pertambangan hasil pengolahan dan pemurnian (mineral processing) dan pelayanan di sektor hulu migas. Demikian salah satu kesimpulan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) PT Sucofindo (Persero) tahun 2015. Sucofindo sudah punya laboratorium khusus untuk melaksanakan pekerjaan produk pertambangan hasil pengolahan dan pemurnian. "Tahun ini kita membentuk unit bisnis yang khusus menangani sektor mineral. Sektor ini akan terus berkembang ke depannya, Karena dengan bertambahnya jumlah smelter di Indonesia," ujar Direktur Utama Sucofindo Bachder Djohan dalam keterangan tertulis yang diterima Beritasatu.com di Jakarta, Senin 923/2).

Ia mengatakan, di sektor mineral, selama ini Sucofindo telah melakukan pekerjaan verifikasi ekspor untuk produk berupa biji besi, nikel, konsentrat emas, tembaga, dan bahan tambang lainnya. Langkah ini, tuturnya, merupakan bentuk dukungan terhadap kebijakan pemerintah dalam meningkatkan nilai tambah produk ekspor bahan tambang. Selain itu, pihaknya juga tetap melaksanakan pengujian untuk sampel hasil eksplorasi.

"Kini, kami ingin lebih fokus lagi melayani sektor mineral dengan membentuk unit khusus tersebut," terang Bachder.

Ia menjelaskan, Sucofindo juga berkosentrasi untuk terjun di sektor hulu migas dengan membentuk unit pelayanan sektor hulu migas, di antaranya dengan jasa survei seismik dan geoscience. Menurut Bachder, strategi ini sejalan dengan rencana pemerintah yang tengah mendorong peningkatan produksi minyak dan gas untuk memenuhi kebutuhan domestik.

Lebih lanjut Heru Riza Chakim, Direktur Komersial 1 Sucofindo menjelaskan, jasa survei seismik ini bila dilakukan akan menghasilkan peta cadangan migas. Sayangnya, di Indonesia, pangsa pasar kegiatan survei ini sekitar 70% masih dilakukan oleh perusahan survei asing. Hal inilah yang mendorong Sucofindo untuk melakukan survei seismik.

"Peta cadangan migas nasional adalah data dan informasi strategis suatu negara, yang menurut kami seharusnya dilakukan oleh lembaga nasional," kata Heru. Oleh karenanya, melihat potensi pasar yang ada dan dalam rangka mendukung kebijakan pemerintah meningkatkan lifting migas dalam negeri, Sucofindo sebagai badan usaha negara, kini mengembangkan kompetensi dan investasi peralatan untuk keperluan survei seismik.

Selama ini Sucofindo sudah terjun di sektor hilir migas dengan melayani inspeksi dan pengujian produk migas dan distribusi. Pada tahun 2015 ini, tutur Heru, Sucofindo mulai mengembangkan pasar ke sektor hulu migas dalam bentuk konsultasi pencarian produksi migas.

Pada tahun 2014, Sucofindo membukukan laba bersih sebesar Rp 137 miliar (unaudited), mengalami kenaikan sebesar 2,4 persen dari laba bersih tahun sebelumnya. Di tahun 2015 Sucofindo memiliki target pendapatan sebesar Rp 2,2 triliun dengan laba Rp 146 miliar.

Penulis: Paulus Nitbani/PCN

sumber  http://m.cnnindonesia.com