Ekonomi Kaltim 2015 Masih Terus Andalkan Tambang Batubara

Jumat, 02 Januari 2015 | 08:29


Batubara diprediksi masih akan menjadi andalan investasi di Kaltim pada 2015. Terlebih adanya kebijakan penggunaan batu bara untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri diyakini bakal kembali menggairahkan sektor pertambangan yang sempat lesu."Ada kebijakan agar batubara digunakan untuk keperluan pembangkit listrik di dalam negeri. Jika kebijakan ini jalan, pasti batu bara akan kembali bergairah. Beda  jika diekspor, karena harga batubara dunia masih lesu," papar Kepala Badan Perizinan dan Penanaman Modal Daerah (BPPMD) Kaltim, Didi Rusdiansyah, Kamis (31/12/2014)

Capaian realisasi investasi yang mencapai Rp 30,86 triliun. Jumlah tersebut merupakan total investasi dari Penanaman Modal Asing (PMA) Rp 19,81 triliun, dan Penamanan Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp 11,05 triliun.

Pertambangan sendiri menjadi komponen investasi andalan di sektor PMA. "Masih didominasi pertambangan sebesar USD 287,51 juta. Pertambangan ini bukan izin baru melainkan realisasi dari rencana investasi tambang yang sudah mengantongi izin sebelumnya. Misalnya seperti peningkatan produksi," jelas Didi.

Lesunya harga batubara dunia menurut Didik, tak begitu berpengaruh terhadap realisasi investasi di sektor penambangan emas hitam. "Terutama untuk perusahaan besar dengan kontrak panjang, karena punya stabilitas harga. Kalori batubaranya pun relatif tinggi. Beda dengan perusahaan yang kontraknya jangka  pendek," ulas Didi.

Batubara, kata Didi, masih menjadi andalan investasi di Kaltim. Terutama, adanya kebijakan penggunaan batubara dalam negeri diyakini bakal kembali menggairahkan sektor pertambangan yang sempat lesu.

"Ada kebijakan agar batubara digunakan untuk keperluan pembangkit listrik di dalam negeri. Jika kebijakan ini jalan, pasti batubara akan kembali bergairah. Beda halnya jika batubara diekspor, karena harga batubara dunia masih lesu," papar Didi.

Sedangkan untuk PMDN, suntikan investasi utama justru datang dari sektor transportasi, gudang dan komunikasi. "Untuk transportasi ini misalnya pembangunan terminal baru Bandara Aji Muhammad Sulaiman, di Balikpapan," sebut Didi.

Badan Kordinasi Penanaman Modal (BKPM) menargetkan realisasi investasi di Kaltim 2014 sebesar Rp 32,49 triliun. Sementara, BPPMD Kaltim dalam Rapat Umum Penanaman Modal (RUPM) mematok realisasi investasi sebesar 35 triliun.

"Posisi di triwulan 3 kita sudah mencapai 94,48 persen dari target BKPM. Tapi kami terus berupaya mencapai target yang kami tetapkan sendiri di RUPM. Jika melihat capaian di triwulan 3, kami optimis target ini akan tercapai," tegas Didi. (rad)

Properti Belum Terdata
Sektor konstruksi terutama di bidang properti berpotensi menjadi primadona investasi di Kaltim. Namun, BPPMD Kaltim mengaku kesulitan memantau perkembangan realisasi investasi di sektor properti.

"Terutama untuk properti perumahan. Kami juga tengah menyusun sistem yang baik agar pencatatan realisasi investasi di sektor perumahan ini rapi dan terpantau berkala," kata Kepala BPPMD Kaltim, Didi Rusdiansyah.

Didi mengimbau investor perumahan untuk melaporkan secara rutin progres realisasi investasi yang dicapai. "Kita memaklumi pengusaha tidak melaporkan berkala progres realisasi investasinya. Karena sistem pelaporannya memang perlu dibenahi," katanya lagi.

Diakui Didi, pelaporan berkala realisasi investasi di sektor perumahan secara tidak langsung dapat menggambarkan biaya yang dikeluarkan investor. "Gampangnya begini. Misal pengusaha perumahan mau investasi Rp 100 miliar untuk 100 unit rumah. Kan harga per unit rumahnya ketahuan tidak sampai Rp 1 miliar, karena harus dibagi lagi untuk pembangunan fasilitas misalkan jalan di dalam komplek perumahan. Pengusaha mungkin tidak mau itu terungkap," ulasnya.

 Sementara, pencatatan realisasi investasi secara berkala diperlukan untuk menentukan arah kebijakan investasi. "Jadi rumusan perkembangan kebijakan investasi. Sehingga pencatatan ini penting. Makanya, kita susun sistem pencatatan yang baik, agar tidak ada pihak yang dirugikan," tandas Didi. (rad)


sumber http://kaltim.tribunnews.com