SUCOFINDO ANDALKAN SURVEI MIGAS

Selasa, 28 Oktober 2014 | 08:40


Bila selama ini PT Sucofindo (Persero) mengandalkan Bidang Mineral dan Batubara ( Mnerba) sebagai sumber utama pendapatan. kini BUMN survei ini menambah proyeksi baru pendapatan dari bidang minyak dan gas ( migas).Kami memang pemain baru dalam survei migas, namun kami punya keyakinan bahwa dari survei migas akan menambah pendapatan perseroan," kata Direktur Utama ( Dirut) Sucofindo, Bachder Djohan usai melakukan penandatanganan Kerjasama Operasi( KSO) antara Sucofindo dan PT Gelombang Seismik Indonesia ( GSI) di Gedung Sucofindo, Jakarta, 1 Oktober 2014 lalu.
  
Sebagai informasi,survei seismik di Indonesia banyak dilakukan oleh perusahaan asing dan pangsa pasarnya juga dikuasai oleh perusahaan survei asing. Kendati, sudah ada beberapa perusahaan nasional yang menggeluti bisnis ini.
   
" Sekitar 70% pangsa pasar yang dikuasai asing. Terjunnya Sucofindi di bisnis ini saya nilai positif. Sangat bagus bila BUMN seperti Sucofindo menjalankan bisnis ini," kata Dirut GSI, Benjamin Dwijanto di tempat yang sama.
    
Bachder Djohan melanjutkan, masuknya Sucofindo pada survei migas membuat perseroan terus melakukan pengembangan kompetensi dan cakupan layanan.
    
" Pengembangan jasa di sektor migas menjadi salah satu prioritas kami tahun ini. Ke depan, kami akan melayani sektor hulu, diawali dengan geosence services baik seismik maupun non seismik, " katanya.
      
Direktur Komersial I Sucofindo, M. Heru Riza Chakim menjelaskan, hasil survei migas tersebut merupakan data penting bagi negara, karena menginformasikan lokasi dan besarnya cadangan migas. Sebagai BUMN utama di bidang survei, inspeksi dan pengujian, Sucofindo terpanggil melakukan survei ini.
     
" Investasinya memang besar, namun kami melihat survei ini penting dilakukan oleh perusahaan nasional. Pasarnya juga masih cukup luas. Survei pertama akan kami lakukan di Sumatera Selatan, dalam tiga bulan ke depan," jelasnya.
       
Sebelumnya Bidang Minerba menyumbang 30 persen dari total pendapatan Sucofindo yang setiap tahunnya mencapai Rp 1,7 triliun. " Kemudian menyusul bidang migas sekitar 25 persen dan bidang - bidang kainnya," katanya.
        
Bachder Djohan mengungkapkan, Kawasan Timur Indonesia adalah wilayah yang memiliki potensi kandungan minerba cukup besar, sehingga dari kawasan ini pada 2015 perseroan mengandalkan pendapatan.
       
Perusahaan milik negara ini, kini sudah memiliki 85 jenis jasa utama di 65 titik layanan dengan dukungan 32 kantor cabang dan 34 kantor unit pelayanan yang tersebar di seluruh Indonesia.
       
Saat ini saham perusahaan inspeksi pertama di Indonesia ini 95 persen dikuasai negara dan lima persen milik Sociate Generale de Surveillance Holding SA ( "SGS")


Sumber : Majalah BUMN Insight 1 Oktober 2014

 Kinerja  2012 2013
  Proyeksi 2014
 Pendapatan  
   1,7 triliun  2,4 triliun
 Laba Bersih  50 milia  132 miliar