Rayakan HUT ke-58, Sucofindo Sunatan Massal dan Bagikan Beasiswa

Rabu, 22 Oktober 2014 | 08:38


Dalam rangka HUT ke-58, PT Superintending Company of Indonesia (Sucofindo) Cabang Palembang menggelar rangkaian kegiatan, di antaranya sunatan massal dan membagikan beasiswa bagi anak kurang mampu.Untuk internal menggelar beberapa pertandingan beregu antar bidang. Yaitu cabor bulutangkis, tenis meja, futsal, catur dan domino.

Keluar sebagai juara umum bidang dukungan bisnis (Duknis) dengan perolehan 1 emas, 2 perak, 2 perunggu.

"Pada acara puncaknya nanti besok, 22 Oktober 2014 akan diadakan lomba Rising Star (lomba nyanyi) khusus internal Sucofindo. Kemudian untuk bakti sosialnya, kita menggelar sunatan massal untuk masyarakat kurang mampu di sekitar kantor kita (30 anak) diberi uang santunan baju dan sarung, donor darah (150 kantong darah), dan kunjungan ke panti asuhan kepada 100 anak (sembako, uang saku) sebagai tanggungjawab sosial perusahaan terhadap lingkungan (CSR)," ungkap Kepala PT Superintending Company of Indonesia (Sucofindo) Cabang Palembang Joni Ardi Hamidhan di sela-sela menyaksikan kegiatan sunatan massal HUT ke-58 Sucofindo di Kantor Sucofindo Palembang, Selasa (21/10/2014).

Perayaan tahun ini diakui digelar sederhana. Melihat agenda 2014, banyaknya konsentrasi Pileg, Pilpres, sehingga kurang optimal berpengaruh ke perusahaan. Melesunya kegiatan batubara, karet, sawit yang turun membuat volume ekspor berkurang. Sehingga target 2014 kebanyakan target kurang tercapai. Namun 2015 di bawah kepemimpinan yang baru dan kabinet baru memberikan secerca harapan bagi perekonomian kedepan yang juga berpengaruh kepada perusahaan-perusahaan, BUMN, tidak terkecuali juga kepada Sucofindo.

Joni Ardi Hamidhan didampingi Ketua Panitia Atika Sari, Penanggungjawab Sistem Mutu Perusahaan Drs Selim, Tenaga Ahli Lingkungan Sucofindo DR Rasyid Ridho SSi MSi mengharapkan kegiatan ini berjalan sukses dan ditutup dengan acara puncak acara Rising Star 22 Oktober sekaligus pembagian hadiah.

Diharapkan juga ditandai juga dengan pelantikan Jokowi-JK akan membawa kelancaran kemakmuran. Sucofindo juga memberikan beasiswa untuk 10 orang di lingkungan masyarakat kantor Sucofindo selama satu tahun.

"Setiap bulan orangtuanya ngambil uang ke kantor. Kita bebuat mulai yang kecil," kata Joni.

Dijelaskannya sejarah Sucofindo berdiri sejak 22 Oktober 1956 berawal ada perusahaan SGS Swiss (perusahaan jasa survei) yang ingin membuka cabang di Indonesia. Oleh pemerintah Indonesia, agar jangan membuka cabang. Akan tetapi diminta supaya membuka perusahaan patungan yang diberi nama Sucofindo. Waktu itu sahamnya masih fifty-fifty dengan pegawai dan tenaga ahli kebanyakan dari Swiss. Orang Indonesia belajar dengan mereka bagaimana mengerjakan pekerjaan surveyor. Dimulai dengan pemeriksaan komoditi umum seperti beras, gula, jagung, dll.

Sekarang setelah berusia 58 tahun, Sucofindo (PT Superintending Company of Indonesia (Sucofindo)
sudah berkembang pesat. Dimana SGS Swiss ini hanya tinggal 5 persen sahamnya, selebihnya milik pemerintah Indonesia dan masuk dalam BUMN di bawah kementeriaan BUMN.

Cabang seluruh di Indonesia terdapat 31 cabang. Dan Palembang merupakan Cabang kelas 2 yang wilayahnya melingkupi Provinsi Sumsel dan Babel.

sumber http://palembang.tribunnews.com