Kadin: Industri Minyak Sawit Paling Efisien dan Kompetitif

Jumat, 17 Oktober 2014 | 10:48


Kamar Dagang dan Industri Indonesia menilai industri minyak sawit sebagai industri paling efisien dan kompetitif dibandingkan industri lain.Ketua Kadin Bidang Agribisnis dan Pangan Franky O. Widjaja mengatakan industri minyak sawit memiliki produktivitas yang tinggi dan harga yang paling murah.

“Industri minyak sawit tidak boros menggunakan lahan dibanding industri lainnya yang membutuhkan lahan sekitar 8—10 kali lipat dibanding sawit untuk memproduksi volume minyak yang sama,” katanya, Kamis (16/10/2014).

Sementara itu, kelapa sawit sangat identik dengan hutan yang berperan menyerap CO2 dan mengurangi emisi karbon sehingga berfungsi memperbaiki lingkungan.

“Penyerapan karbon dari sawit dalam bentuk biomass rata-rata 60 ton karbon per hektare per tahun,” katanya.

Franky menyebutkan kebun sawit mampu menyerap 36,5 ton bahan kering per hektar per tahun. Angka ini jauh lebih baik dibandingkan dengan hutan hujan yang hanya dapat mengasimilasi 25,7 ton bahan kering per hektar, sehingga sawit menjadi lebih efisien dalam hal meremajakan atmosfer.

“Perkebunan sawit yang mencapai 10 juta hektare ini mengurangi kerusakan hutan dengan mengajak petani tradisional menjadi petani menetap sebagai plasma,” tuturnya.

Selain itu, perlu juga pengembangan industri hilir, kebijakan investasi yang menarik, insentif yang memadai, percepatan implementasi ISPO, pengakuan dunia internasional dan penguatan kelembagaan ISPO.

“Peningkatan daya saing industri, perbaikan infrastruktur, penambahan pelabuhan dan pembangunan klaster industri," ujarnya.

Dia menyebutkan perlu kebijakan yang konsisten dan koordinasi kebijakan yang baik agar perkembangan perkebunan dan industri minyak sawit ini bisa berjalan dengan baik.


sumber http://industri.bisnis.com