Jasa inspeksi jadi pilar ekonomi saat MEA 2015

Kamis, 16 Oktober 2014 | 08:56


Pakar kebijakan publik dari Universitas Nasional Jakarta Rusman Ghazali mengatakan perusahaan survei milik negara seperti Sucofindo dan Surveyor Indonesia bisa menjadi pilar ekonomi bangsa pada masyarakat ekonomi ASEAN (MEA) 2015.

"Kedua perusahaan BUMN tersebut mempunyai kualitas yang tidak diragukan lagi, dan mempunyai kualitas dari perusahaan serupa di negara ASEAN," ujar Rusman di Jakarta, Selasa.

Dia menjelaskan kedua perusahaan plat merah itu akan mampu menjadi pilar kekuatan ekonomi nasional dalam persaingan di era global.

"Sucofindo maupun Surveyor Indonesia telah berhasil menampilkan kinerja yang baik dalam bidang usaha jasa inspeksi, pengujian, dan sertifikasi."

Hal ini terlihat dari produk pelayanan jasa inspeksi, pengujian, dan sertifikasi yang dihasilkan kedua BUMN itu, bukan hanya diterima pasar, tetapi juga mampu membangun kredibilitas usaha yang cukup kondusif di mata publik.

Kemampuan dalam membangun sistem manajemen yang profesional dalam beberapa tahun terakhir, dukungan SDM yang hadir di semua wilayah Indonesia, serta integrasi antara kapasitas SDM dengan teknologi modern yang mampu melahirkan produk pelayanan yang andal.

"Bagi saya, hal ini tidak mudah dicapai oleh suatu lembaga usaha, kecuali mereka yang mempunyai komitmen dan kemampuan profesional yang kuat terhadap bidang usaha yang digeluti seperti Sucofindo," jelas dia.

Direktur Trust Institute, Hilmi R Ibrahim mengatakan keberhasilan produk-produk kebijakan pelayanan Sucofindo dan Surveyor Indonesia di bidang inspeksi, pengujian, dan sertifikasi di pasar global merupakan modal besar bangsa ini dalam memasuki MEA 2015.

"Kita tidak perlu ragu dalam memasuki masyarakat ekonomi ASEAN tahun depan, terutama dalam bidang inspeksi, pengujian, dan sertifikasi," tutur Hilmi.

Hilmi meyakini, Sucofindo dan Surveyor Indonesia mampu menjadi penopang utama dalam menciptakan sistem persaingan ekonomi yang sehat dan kondusif di bidang inspeksi, pengujian, dan sertifikasi.
(I025/C004)


sumber http://www.antaranews.com