Kadin dan Produsen Minyak Sawit Global Tandatangani "Indonesia Palm Oil Pledge"

Jumat, 26 September 2014 | 09:18


Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Indonesia dan sejumlah produsen minyak sawit (crude palm oil) ternama menandatangani Ikrar Minyak Sawit Indonesia atau Indonesia Palm Oil Pledge di sela United Nations Climate Summit, di New York, Rabu (24/9). Ikrar yang ditandatangani antara Kadin Indonesia bersama Golden Agri Resources, Wilmar, Cargill dan Asian Agri disaksikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Ikrar ini merefleksikan komitmen para produsen minyak sawit terkemuka untuk memutus keterkaitan antara produksi minyak sawit dan deforestasi (penggundulan hutan), sehingga lebih ramah lingkungan," kata Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia bidang Lingkungan Hidup dan Perubahan Iklim, Shinta Widjaja Kamdani dalam keterangan tertulisnya, Kamis (25/9).

Shinta mengatakan, ikrar ini juga memuat sasaran berkelanjutan industri minyak sawit Indonesia termasuk bekerja sama dengan pemerintah Indonesia untuk mempromosikan produksi minyak sawit berkelanjutan, tidak menanam di lahan karbon (high carbon stock land) dan gambut, serta berkomitmen mengimplementasikan standar kepada pihak ketiga. "Ikrar ini tidak hanya fokus pada Indonesia, tetapi juga pada operasi perusahaan tersebut di seluruh dunia," kata dia.

Ikrar ini merupakan titik puncak usaha Kadin Indonesia membentuk visi sektor minyak sawit Indonesia yang berkelanjutan dalam jangka panjang. "Tidak hanya krusial untuk pertumbuhan ekonomi pedesaan dan ketahanan pangan, tetapi juga penting karena terkait dengan deforestasi dan hilangnya habitat spesies tertentu," kata dia.

CEO Golden Agri Resources Franky Oesman Widjaja menambahkan, perusahaan milik Sinar Mas Grup ini mendukung program minyak sawit tanpa deforestasi (no-deforestation palm oil) pada seluruh rantai suplai. Pemerintah Indonesia, civil society groups, dan komunitas lokal merupakan pemain utama dalam usaha ini.

"Keterlibatan seluruh pihak sangat penting untuk menemukan solusi dalam menjaga hutan, menciptakan lapangan pekerjaan, dan memastikan keberlanjutan pertumbuhan jangka panjang bagi industri minyak sawit,” kata dia.

CEO Wilmar Kuok Khoon Hong mengaku senang dapat menandatangani Ikrar Minyak Sawit Indonesia. Hal ini penting atas kesediaan para penandatangan untuk menjadi agen perubahan dan mendorong transformasi praktik industri ke arah pembangunan berkelanjutan. Diketahui Wilmar tercatat sebagai produsen CPO kedua terbesar di dunia yang dimiliki warga negara Indonesia, namun berbasis di Singapura.

Presiden dan CEO Cargill Dave MacLennan mengatakan, pihaknya menantikan kerja sama dengan Pemerintah Indonesia, petani skala kecil, mitra bisnis lokal dan seluruh pihak yang terlibat untuk menjaga hutan. "Kami juga mendukung kehidupan banyak penduduk Indonesia yang bergantung pada bisnis minyak sawit,” kata dia.

Cargill meruapakan produsen CPO dan bahan pangan turunannya yang berdiri sejak 1865. Perusahaan swasta ini mempekerjakan 142.000 karyawan di 65 negara, termasuk Indonesia.

Chairman Asian Agri Joseph Oetomo mengatakan, ikrar ini merupakan kolaborasi penting di antara perusahaan minyak sawit terkemuka. Asian Agri selalu mendukung dan mengimplementasikan produksi minyak sawit yang berkelanjutan dan bertanggung jawab. Asian Agri Group (AAG) yang terafiliasi dengan Raja Garuda Mas milik taipan Sukanto Tanoto merupakan perusahaan perkebunan kelapa sawit terbesar di Indonesia.

sumber http://www.beritasatu.com