Listrik Digilir, Pemkab Manihulu Siapkan Tenaga Surya

Kamis, 18 September 2014 | 08:31


Ujoh Bilang, Setelah resmi menjadi kabupaten ke-10 di Kalimantan Timur, Pemerintah Kabupaten Mahulu (Mahakam Ulu) berusaha memenuhi kebutuhan dasar warganya terutama listrik. Sebab, di ibukota Mahulu, Ujoh Bilang, Kecamatan Long Bagun, warga harus menikmati listrik secara bergiliran tiap dua hari."Jam enam sore sampai 12 malam, itu giliran dua hari hidup satu kali mati. PLN di sini pakai tenaga diesel," ungkap Rusno warga Kampung Ujoh Bilang Kecamatan Long Bagun, kepada wartawan. Rusno yang telah 15 tahun bermukim di Ujoh Bilang itu mengaku, semula kebutuhan listrik di Long Bagun tak ada masalah di sekitar tahun 1995.

"Saya tinggal di sini mulai tahun 1995, dulu tidak digilir. Sekarang digilir untuk Ujoh Bilang dan Long Bagun listrik dibagi mungkin karena perkembangan penduduk atau mesin sudah tua betul," kata Rusno yang berprofesi sebagai pedagang di Pasar Ujoh Bilang itu. Terkait hal itu, Pj Bupati Mahulu MS Ruslan mengatakan, pihaknya tengah mengadakan sejumlah pembangkit listrik. Bahkan nantinya disetiap kampung di Mahulu akan menggunakaan listrik tenaga surya.

"Saat ini penambahan listrik dengan daya 500 Kwh sudah selesai dilelang dengan Sucofindo sebagai penilai. Kemudian nanti secara perlahan-lahan ditiap kampung juga akan mengggunakan listrik tenaga surya," katanya kepada pewarta.

Seperti diketahui sejak 16 bulan lalu Kabupaten Mahulu telah dimekarkan dari kabupaten Kutai Barat dengan memiliki lima kecamatan, Long Hubung, Laham, Long Bagun, Long Panghai dan Long Apari. Jarak antar kecamatan harus ditempuh selama 4 jam menggunakan speedboat melalui jalur sungai.

Oleh : Herry Koeswoyo
sumber http://www.kabarindonesia.com