Dukung Inpres MEA, Sucofindo Berharap Pemerintah Perbanyak Standarisasi

Kamis, 18 September 2014 | 08:14


PT Sucofindo (Persero) menyambut baik terbitnya Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2014 tentang Peningkatan Daya Saing Nasional dalam Rangka Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN.Inpres ini  menekankan pentingnya pejabat terkait mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk peningkatan daya saing nasional dan melakukan persiapan pelaksanaan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang akan dimulai pada 2015 mendatang.

Hal itu dikatakan M Heru Riza CH, Direktur Komersial I PT Sucofindo (Persero) dalam siaran persnya, Kamis (18/9). “Jadi untuk MEA memang kita harus sudah siap menjelang akhir 2015, kita harus mempersiapkan diri semua unsur yang ada di Indonesia, baik pemerintah maupun pelaku usaha, termasuk kami yg ada di bidang jasa sudah harus mempersiapkan diri," kata dia.

Hal terpenting yang harus mendapatkan perhatian terkait pelaksanaan MEA 2015 itu, menurut Heru, kita harus siap melihat peluang-peluang yang ada di luar negeri, sekaligus berupaya maksimal melindungi pasar dalam negeri dari serbuan produk negara-negara ASEAN.

Untuk jasa verifikasi sendiri, Heru mengemukakan, PT Sucofindo yang akan berusia 57 tahun pada 22 Oktober mendatang, sudah cukup lama menyiapkan diri, dan optimistis menyongsong pelaksanaan MEA 2015 itu.

 “Apalagi kami di jasa verifikasi ini sudah punya pengalaman, peralatan dan infrastruktur sudah kita siapkan. Kita nggak masalah,” papar Heru seraya menyebutkan, bahwa PT Sucofindo bahkan berencana akan membuka cabang di beberapa negara ASEAN di antaranya Singapura, Malaysia, dan Thailand.

Menurut Direktur Komersial I PT Sucofindo itu, sebenarnya dari segi persaingan, kemampuan Indonesia untuk berkompetisi di dunia usaha jasa verisifikasi di ASEAN tidak ada masalah, karena baik dua BUMN yang bergerak di bidang ini, yaitu Sucofindo dan Surveyor Indonesia  sudah lama mampu  berkompetisi. “Jadi sebenarnya kita fine saja dengan kompetitor di dalam maupun di luar negeri,” ujar Heru.

Ia mengatakan, perbanyak standarisasi
dimaksudkan agar ketika MEA 2015 dilaksanakan, Indonesia jangan hanya sekedar menjadi penonton, tetapi menjadi pemain yang menguasai lapangan dan memenangkan kompetisi dengan produk dari negara-negara ASEAN.

Terkait hal itu, Heru menyarankan perlunya penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) secara ketat, sehingga produk-produk di dalam negeri pada saat menerima persaingan dari produk-produk luar negeri sudah siap.

Diakui Heru, selama ini sudah cukup banyak SNI diterbitkan pemerintah. Namun ia mengingatkan, perlunya ditinjau kembali produk-produk yang belum ada standarisasinya, karena banyaknya produk yang terus tumbuh dan berkembang dan memerlukan ketentuan mengenai standarisasinya.

Menurut Direktur Komersial I Sucofindo itu, secara umum kita mempunya  beberapa produk yang berpotensi menjadi unggulan dan telah memenangkat pasar di ASEANm di antaranya seperti  tekstil, elektronik, karet, dan produk-produk lainnya.

Namun khusus untuk produk yang dihasilkan dari Usaha Menengah, Kecil, dan Mikro (UMKM), Heru mengingatkan perlunya perhatian lebih karena untuk menerapkan sistem standarisasi masih perlu waktu, terutama dalam pengelolaan yang baik dan cepat.

 “Kalau menengah atas kami tidak khawatir, tetapi UMKM masih perlu bimbingan agar bisa bersaing, misalnya penerapan sistemnya, bagaima memenuhi standar, dan bagaimana pengelohan yang baik agar bisa memenuhi standar,” papar Heru. [E-8/L-8]

sumber http://www.suarapembaruan.com