Kelapa Sawit Ramah Lingkungan Kian Dicari

Jumat, 29 Agustus 2014 | 08:32


Kampanye ramah lingkungan di industri kelapa sawit semakin gencar, terutama setelah penjualan “kelapa sawit hijau” mencatat hasil yang baik tahun ini.Minyak kelapa sawit adalah minyak nabati yang paling banyak dipakai di dunia. Namun, kritik terhadap praktik lingkungan hidup industri ini masih kencang. Industri kelapa sawit berkontribusi terhadap penebangan hutan hujan serta kehancuran lahan gambut di Indonesia dan Malaysia, sumber 85% produksi kelapa sawit dunia.

Untuk menanggapi kritik ini, raksasa perkebunan serta para pembeli komoditas mulai beralih ke produksi kelapa sawit yang ramah lingkungan dan menjaga kelangsungan hidup lahan. Lembaga nirlaba Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) bulan ini menyatakan penjualan minyak kelapa dengan sertifikasi berkelanjutan pada paruh pertama 2014 tumbuh 49% ke rekor tertingginya, yakni 2,5 juta ton. Organisasi yang mencakup produsen, buyer, dan kelompok lingkungan itu merupakan lembaga sertifikasi yang terkemuka.

Bagaimanapun, perjuangan menuju kelapa sawit berkelanjutan masih berat. Saat ini hanya 18% dari total produksi minyak kelapa sawit dunia—sekitar 60 juta ton—yang mendapat sertifikasi RSPO. Sebagian besar “kelapa sawit hijau” ini dijual ke Eropa, yang akan menerapkan peraturan mengenai pelabelan minyak nabati mulai Desember tahun ini.

Oleh Huileng Tan
sumber http://indo.wsj.com