Belum Urus SVLK, Pengusaha Tunggu Presiden Baru Dilantik

Selasa, 26 Agustus 2014 | 12:52


Sebagian pengusaha belum antusias mengurus Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK) karena menunggu pergantian kepemimpinan yang baru.“Sempat ada isu kalau presiden terpilihnya Joko Widodo maka aturan SVLK akan dihapus tetapi setelah kami melakukan pertemuan dengan beliau ternyata tidak ada pernyataan tersebut,” ujar Ketua Tim Ahli Klaster Industri Mebel dan Kayu Olahan Jateng Wiradadi Soeprayogo, seperti dikutip Antara, Senin (25/8/2014).

Oleh karena itu Wiradadi mengimbau kepada para pelaku usaha di bidang kayu agar segera mengurus SVLK untuk keberlanjutan perusahaan mereka.

“Kebanyakan para pengusaha ini masih wait and see hingga Oktober mendatang yaitu saat pelantikan Presiden, jadi sebetulnya berita tersebut hanya isu tetapi sangat berdampak bagi pengusaha di beberapa daerah di Indonesia,” ujarnya.

Akibatnya untuk tahun ini pengurusan SVLK oleh pengusaha kayu tidak begitu ramai seperti halnya tahun pertama diberlakukan aturan tersebut.

Secara nasional dari 5.500 perusahaan ekspor mebel baru 30 persennya yang sudah memenuhi SVLK sedangkan untuk Jawa Tengah dari 1.800 perusahaan baru 33 persen yang sudah melengkapi perusahaan dengan SVLK.

Sementara itu, Wiradadi mengatakan saat ini ada 19 lembaga yang boleh mengeluarkan SVLK sehingga surat tersebut dipastikan mengikuti prosedur yang benar.

SVLK sendiri merupakan sistem pelacakan untuk memastikan legalitas sumber kayu yang beredar dan diperdagangkan di Indonesia sehingga konsumen di luar negeri tidak perlu meragukan legalitas kayu yang berasal dari Indonesia..

SVLK dikembangkan untuk mendorong implementasi peraturan Pemerintah yang berlaku terkait perdagangan dan peredaran hasil hutan yang legal di Indonesia.

SVLK diterapkan secara mandatori melalui Peraturan Menteri Kehutanan (Permenhut) nomor P.38/Menhut-II/2009 jo nomor P.68/Menhut-II/2011 tanggal 21 Desember 2011. Sementara dalam proses ekspor, SVLK diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan nomor 64/2012 tanggal 22 Oktober 2012.


sumber http://semarang.solopos.com