KOPI: Daerah dan Swasta Didorong Tingkatkan Produktivitas

Senin, 30 Juni 2014 | 08:10


Pemerintah pusat mendorong pemerintah daerah dan pelaku usaha agar turut berperan dalam peningkatan produktivitas areal tanam kopi nasional.Kementerian Pertanian mengakui kesulitan melakukan peremajaan seluruh lahan jika hanya mengandalkan pembiayaan dari APBN.

"Pemda dan swasta harus ikut kontribusi meningkatkan produktivitas. Jangan bilang sayang petani saja tapi tak ngerawat," ujar Direktur Rempah dan Penyegar Ditjen Perkebunan Kementerian Pertanian Azwar Abu Bakar kepada Bisnis, Kamis (26/6/2014).

Ditjen Perkebunan Kementan melansir, sedikitnya ada 8 provinsi penghasil utama komoditas kopi, antara lain Sumatera Selatan sebesar 22%, Lampung 21%, Bengkulu 9% Sumatera Utara dan Jawa Timur 8%.

Dia menuturkan, sampai saat ini ada sekitar 30% dari areal tanam kopi seluas 1,2 juta ha yang tergolong tua dan rusak.

Hal inilah yang menyebabkan produktivitas kopi secara nasional belum sampai pada titik ideal, yakni 737 kg/ha untuk jenis robusta dan 808 kg/ha untuk arabika. Padahal, ujarnya, potensi areal di Indonesia mencapai 1,5 ton/ha.

Azwar menjabarkan, pihaknya akan fokus mengembangkan kopi spesialti untuk kedua jenis itu. Sehingga, dia berani menjamin bahwa tidak ada ekspansi lahan kopi pada tahun ini dan 2015

BPS mencatat, produsi kopi nasional tidak menunjukkan peningkatan yang menggembirakan dalam 4 tahun terakhir, yakni hanya naik dari 686.921 ton pada 2010 menjadi 692.840 tahun lalu.

"Kalau 1 juta ha saja bisa produksi 1 ton, sudah ada 1 juta ton. Kita bisa panen devisa ini. Harga dan pasar kopi ini sangat bagus," katanya.

oleh Arys Aditya 
sumber http://industri.bisnis.com