PASAR CPO: Pemerintah Yakin Tetap Bisa Tembus Uni Eropa

Jumat, 27 Juni 2014 | 11:42


Otoritas pengelola kelapa sawit tetap yakin minyak sawit mentah (CPO) Indonesia bisa menembus pasar Uni Eropa sekalipun tenggat eco-labelling produk sawit berakhir tahun ini."Yang penting itu pemahaman dari eco-labelling. Kita kan sudah punya sertifikasi ISPO dan commit mengawalnya. Jadi sudah menjawab persoalan itu," kata Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian (PPHP) Kementerian Pertanian Yusni Emilia Harahap, Kamis (26/6/2014).

Yusni memaparkan, sampai sekarang pihaknya masih berupaya mengampanyekan aspek keberlanjutan dari industri sawit Indonesia melalui koordinasi dan konsultasi dengan parapihak berwenang UE.

Dia menggambarkan, beberapa waktu lalu ketika Menteri Lingkungan Hidup Norwegia berkunjung ke Indonesia, pemangku kepentingan nasional memberi informasi yang lengkap mengenai industri minyak sawit Indonesia.

"Setelah pertemuan itu, dia sendiri melihat ada pemahaman keliru kalau industri kelapa sawit Indonesia dikatakan tidak memperhatikan lingkungan dan indigenous people," ungkapnya.

Oleh karena itu, dia masih optimistis kalau CPO dan produk turunannya tetap bisa masuk ke pasar UE karena sejumlah instrumen, termasuk ISPO, sudah dilancarkan.

Lebih-lebih, dia menuturkan hanya minyak sawit yang terbilang siap sebagai bahan biofuel dibandingkan minyak lain, yang berarti, prospek pasar UE semakin cerah.

Meskipun demikian, dia juga mengakui bahwa implementasi ISPO bukannya tanpa kendala. Satu masalah lapangan dalam penerapan sertifikasi ini, kata Yusni, adalah kepemilikan lahan yang kerap berubah.

Mengenai kemungkinan adanya kerja sama dengan pihak RSPO, Yusni mengatakan bahwa pemerintah masih mengkaji adanya komitmen mutual recognition antara dua sertifikasi karena beberapa prinsip dinilai linier.

"Kasihan juga pengusaha kalau harus secara penuh menempuh kedua sertifikasi itu."

oleh Arys Aditya
sumber http://industri.bisnis.com