JELANG RAMADAN, Dinas Perikanan Gelar Bazar Peduli

Senin, 23 Juni 2014 | 09:07


Untuk mendekatkan pasokan ikan kepada konsumen khususnya masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah serta mencegah gejolak harga, dinas kelautan dan perikanan provinsi dan kabupaten/kota bersama instansi lain telah menyusun strategi.“Kami akan menyiapkan berbagai Bazar Peduli Ramadan di daerah,” ungkapnya Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (P2HP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Saut Hutagalung, Sabtu (21/6/2014).

Lebih lanjut, Saut mengatakan pasar ritel modern seperti Hypermart, Lotte, dan Superindo juga terlihat meningkatkan stok ikan dan hasil perikanan, khususnya ikan hidup terpajang di akuarium atau penampungan ikan hidup.

“Khusus ikan laut yang permintaannya naik antara lain tenggiri, cumi, makerel dan kakap merah,” jelasnya.

Mengenai pemaasok, menurut Saut, usaha budidaya di waduk Jawa Barat seperti Waduk Jatiluhur, Waduk Cirata dan Waduk Saguling dapat memasok sekitar 300 ton lebih per hari ke pasar DKI Jakarta dan Jawa Barat serta sebagian Banten.

Demikian juga usaha budidaya ikan di kolam seperti lele di Jawa Tengah dapat memasok sekitar 50 ton lele per hari ke Jakarta dan sekitarnya. Jawa Tengah juga dapat memasok sekitar 20 ton per hari ikan gurami ke Jakarta.

“Dengan kebutuhan DKI Jakarta sekitar 155 ton ikan di luar hari besar dan sekitar 185 ton di bulan puasa dan lebaran, pasokan ikan cukup aman, tidak perlu dikhawatirkan,” bebernya.

Ketua Asosiasi Pengusaha Pengolahan dan Pemasaran Produk Perikanan Indonesia (AP5I) Thomas Darmawan mengatakan memang setiap tahun, permintaan ikan olahan memang terus meningkat di bulan Puasa.

“Apalagi saat ini orang semakin konsumtif dan mencari barang yang instan karena efisiensi waktu. Ditambah lagi, budaya parcel menambah tingkat permintaan makanan olahan,” ujarnya kepada Bisnis, Minggu (22/6/2014).

Meski pihaknya belum menghitung dan memprediksi peningkatan permintaan pada Ramadan tahun ini, tetapi dia sependapat dengan klaim KKP. Alasannya, harga olahan ikan lebih murah dibandingkan dengan harga daging sapid an ayam yang biasanya meroket tinggi.

“Masyarakat yang tidak mampu bakal beralih ke ikan. Maka itu banyak pengusaha ikan yang jauh hari sudah menambah cold storage,” ungkapnya.


oleh Giras Pasopati  
sumber http://industri.bisnis.com