Lembaga Sertifikasi Berpotensi Bawa Produk Pertanian RI ke AEC

Kamis, 19 Juni 2014 | 14:03


Lembaga sertifikasi produk seperti Sucofindo dan Surveyor berpotensi dapat membantu memasarkan produk pertanian ke ASEAN Economic Community (AEC).Wakil Ketua Komisi IV DPR Herman Khaeron mengatakan, peran dua lembaga sertifikasi, yaitu PT Sucofindo dan PT Surveyor Indonesia, dalam masalah impor dan ekspor hasil pertanian, Herman Khaeron menilai, bahwa sebagai Badan Usaha Milik Negara, kedua lembaga itu telah menjalankan peran yang maksimal dalam membantu mendorong produk pertanian Indonesia ke pasar ekspor.

Herman berharap, baik Sucofindo maupun Surveyor Indonesia meningkatkan kulitas pelayanannya, baik kepada produsen pertanian maupun kepada para pengusaha yang bergerak di bidang pengolahan industri makanan. Caranya, di antaranya dengan meningkatkan kemampuan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan mengikuti perkembangan teknologi.

Namun Herman setuju, yang paling utama adalah bagaimana mereka yang bergerak di sektor pertanian, industri pengolahan  hasil pertanian, Sucofindo dan Surveyor Indonesia, serta pemerintah duduk bersama untuk mengatasi hambatan-hambatan yang mungkin ada menjelang diberlakukannya Pasar Bebas ASEAN.

"Kita selesaikan dulu masalah-masalah yang mungkin bersifat struktural atau regulasi,” sarannya ketika ditemui di gedung DPR, Rabu (18/6/2014).

Kalau soal produksi dan kualitas, Herman Khaeron meyakini, produk pertanian Indonesia, khususnya hortikultura, perkebunan dan perikanan memiliki prospek yang menjanjikan saat memasuki Pasar Bebas ASEAN pada 2015 mendatang.

Sementara itu, dari segi kebijakan ada tiga UU yang bisa menjadi acuan produk pertanian memenangkan persaingan baik di dalam maupun di luar negeri. Ketiga UU itu adalah UU No. 13 Tahun 2010 tentang Hortikultura, UU No. 18 Tahun 2012 tentang Pangan, dan UU No. 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani.

"Ketiga UU itu memberikan kekuatan kita baik sebagai subjek maupun objek untuk menghasilkan produk-produk pertanian yang kompetitif dan berkualitas. Kita ini negara agraris yang beriklim tropis, sehingga mampu menghasilkan produk yang bisa berdaya saing," jelasnya. (Neneng Zubaidah/Koran SI/rzk)

oleh Neneng Zubaidah
sumber http://economy.okezone.com