JASA VERIFIKASI, Awas! Saling Bajak Tenaga Ahli di Pasar Bebas Asean

Senin, 26 Mei 2014 | 12:41


Sejumlah kalangan mengimbau perusahaan jasa verifikasi untuk mengantisipasi praktik pembajakan tenaga ahli pada saat implementasi Masyarakat Ekonomi Asean pada 2015. Saat itu, persaingan di bisnis jasa ini pun diprediksi akan ketat. Ekonom Center for Information and Development Studies (CIDES) Umar Juoro mengatakan kebutuhan tenaga kerja bidang verifikasi akan sangat banyak pada saat Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) diberlakukan.

“Bukan tidak mungkin perusahaan jasa asing tersebut membajak tenaga verifikator asal Indonesia,” ujarnya, Sabtu (26/5/2014).

Menurut Umar, persaingan perusahaan jasa verifikasi di tingkat Asean maupun di dalam negeri akan makin kompetitif. Dengan itu, tenaga kerja verifikatur Indonesia dikhawatirkan akan berpindah dari suatu negara ke negara lainnya di Asean sesuai dengan tawaran tertinggi.

Dalam implementasi MEA, akan banyak perusahaan asing yang akan mencari tenaga verifikatur dari Indonesia. Jika ini terjadi tentu merupakan kerugian untuk Indonesia. “Artinya, mereka masuk ke Indonesia dan bersaing dengan Sucofindo dan Surveyor Indonesia dengan menggunakan tenaga ahli dari kita,” papar Umar.

Agar tidak terjadi perpindahan tenaga ahli, saran Umar, perusahaan seperti PT Sucofindo dan PT Surveyor Indonesia untuk meningkatkan kualitas pembinaan sumber daya manusia (SDM) serta memperluas jaringan dan organisasi. “Ini sangat berfungsi untuk membentengi tenaga ahlinya.”

Sebagai perusahaan jasa verifikasi, menurut, kegiatan  surveyor  sangat bergantung pada  sumber daya manusia dan mereka itulah yang harus terus ditingkatkan kualitasnya agar sesuai dengan standar internasional.

oleh Ashari Purwo Adi N 
sumber http://industri.bisnis.com