KKP Dorong Industrialisasi Sektor Perikanan

Kamis, 22 Mei 2014 | 09:04


Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menerapkan sistem blue economy (ekonomi biru) guna mendorong industrialisasi kelautan dan perikanan yang berkelanjutan, ramah lingkungan dan efisien. Di antara industri itu adalah ikan hias air laut, kerajinan kulit kerang dan tepung ikan. “Kita menggandeng beberapa industri kelautan dan perikanan non konsumsi di Provinsi Bali dengan menerapkan sistem ekonomi biru yang tanpa limbah dan ramah lingkungan,” kata Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan KKP, Saut P Hutagalung kepada Bisnis.com, Rabu (21/5/2014).

Industri ikan hias Indonesia termasuk dalam jajaran pemasok lima besar dunia. Bahkan untuk ikan hias laut, Indonesia memasok hingga 80 persen ikan hias dunia. Di Provinsi Bali, terdapat banyak pemasok ikan hias laut seperti PT Dinar Darum Lestari di Badung dengan komoditas utama yang dipasarkan adalah terumbu karang sebesar 55%, ikan hias 30% dan batu tiruan 15%.

Dengan tingginya demand akan industri ini, perusahaan tersebut melakukan pemberdayaan kepada masyarakat sekitar dengan melakukan upaya budidaya industri ikan hias sehingga tidak merusak lingkungan dengan tetap mampu meningkatkan hasil produksi.

“Dengan ini kita berharap dapat mempercepat industrialisasi dengan memanfaatkan hasil samping limbah menjadi produk berninlai ekonomi serta mendorong keberlanjutan industri pengolahan,” kata Saut.

Menurut data KKP, industri ikan nonkonsumsi turut memberi konstribusi besar dalam penghasilan sektor kelautan dan perikanan di Indonesia. Tercatat pada 2013, industri ini menghasilkan pendapatan sebesar Rp1,789 triliun. Sumbangsih terbesar didominasi ikan hias mencapai Rp819 miliar, tepung ikan Rp611 miliar dan rumput laut nonkonsumsi sebesar Rp74 miliar.

Tahun ini, KKP melakukan berbagai kegiatan utama untuk mendorong peningkatan nilai produk nonkonsumsi abtara lain perbaikan mutu ikan hias; diversifikasi produk dan pasar tujuan ekspor; fasilitas sarana dan prasarana penanganan, pengolahan dan pemasaran; standarisasi dan sertifikasi produk; pembinaan UMKM dan industri; penguatan promosi dan jaringan pemasaran serta penguatan kelembagaan

oleh Arif Gunawan 
sumber http://industri.bisnis.com