Sucofindo Dukung Sertifikasi Industri Kecil Menengah Produsen Mainan

Selasa, 20 Mei 2014 | 08:52


Kementerian Perindustrian dan PT Sucofindo Indonesia membina industri kecil dan menengah (IKM) produsen mainan untuk mendapatkan sertifikasi mainan. Sebab, ada banyak IKM yang belum memahami ketentuan Standar Nasional Indonesia (SNI) pada mainan.Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah Kementerian Perindustrian, Euis Saedah, Senin 19 Mei 2014, menyatakan bahwa kementeriannya menganggarkan Rp2 miliar sebagai biaya membantu pengusaha mendapatkan sertifikasi mainan.

"Tahap awal, kami akan membantu 50 IKM, itu 30 IKM dari Sucofindo dan 20 dari kementerian (Kementerian Perindustrian)," ujar Euis di Graha Sucofindo, Jakarta.

Dia melanjutkan, perusahaan pelat merah itu juga akan mensosialisasikan SNI di Jawa Timur, bersama kementeriannya pada bulan depan, yaitu 2 Juni 2014. Sucofindo akan menggunakan dana corporate social responsibility untuk membantu IKM. Namun, tidak disebut berapa dana yang dianggarkan BUMN tersebut.

Sebelumnya, Euis mengatakan bahwa ada 200 IKM mainan yang belum mendapatkan SNI dan ada 50 yang sudah siap untuk mengajukan sertifikasi mainan. Sisanya, dia menyarankan agar berkelompok membentuk suatu merek produk.

"Jadi, kalau 150 IKM belum terkejar dan belum mantap, (disarankan) berkelompok biar satu merek produk utama. Misalnya, lego dari kayu yang pasarnya banyak, kita buat dulu sama-sama," kata dia.

Sementara itu, Kepala Divisi Sekretariat Perusahaan Sucofindo, Agus Salim, mengatakan bahwa pihaknya memang punya keahlian dalam pengujian mainan.

Agus juga berujar bahwa pihaknya akan membantu produsen mainan dalam penerapan SNI.

"Kami akan membantu di dua kota, Jakarta dan Surabaya. Sucofindo akan membantu biaya dan pengujian SNI mainan. Totalnya 30 IKM, 15 IKM di Jakarta dan 15 IKM di Surabaya," kata dia. (asp)



http://bisnis.news.viva.co.id/news/read/505372-sucofindo-dukung-sertifikasi-industri-kecil-menengah-produsen-mainan