Petani Tebu: Rencana Impor Gula Tak Masuk Akal

Rabu, 30 April 2014 | 09:09


Petani tebu dan pelaku usaha pergulaan menilai rencana Bulog mengimpor 328.000 ton plantation white sugar (gula kristal putih/GKP) selambatnya pada 15 Mei 2014 membahayakan kelangsungan petani dan industri gula nasional.Asosiasi petani juga menyatakan langkah tersebut tidak logis karena sejumlah pabrik gula mulai melakukan penggilingan tebu pada waktu yang sama.

Selain itu stok gula diperkirakan masih berada di kisaran 800.000 ton, sementara harga gula juga belum beranjak dari Rp8.400/kg.

“Tindakan Bulog tidak masuk akal. Stok masih lebih, harga terjerembab kok sudah impor? Apalagi ini PG sudah ada yang mulai masuk masa giling sejak 7 Mei 2014. Ini untuk buffer stock atau cari untung?” papar Ketua Umum Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Soemitro Samadikoen, Selasa (29/4/2014).

Berdasarkan Hasil Kompilasi Taksasi Dewan Gula Indonesia (DGI) bulan lalu, proyeksi produksi tebu nasional pada 2014 menembus angka 46,28 juta ton, dengan asumsi rendemen 8,09%.

Dari angka itu, muncul perkiraan produksi gula nasional pada tahun ini mencapai 2,92 juta ton dengan koreksi yang diprediksi tidak lebih dari 5%-10%, atau menjadi 2,63 ton sampai 2,78 ton.

Namun, hal ini tetap melampaui estimasi kebutuhan gula nasional yaitu 2,6 juta ton.

Soemitro memaparkan, tindakan yang diambil Bulog itu akan secara langsung mematikan industri nasional yang berujung kepada kerugian negara sendiri.

Sebab, katanya, dari 62 PG yang tersebar di Indonesia, sebanyak 52 PG diantaranya dimiliki BUMN.

oleh Arys Aditya
sumber http://industri.bisnis.com