50 dari 200 IKM Mainan Anak Siap Dilabeli SNI

Rabu, 30 April 2014 | 09:04


Pemerintah pernah menyebut ada 200 perusahaan mainan yang belum siap menerapkan Standar Nasional Indonesia (SNI) terhadap produknya. Tetapi, saat ini seperempatnya telah siap untuk mendapatkan SNIDirjen Industri Kecil dan Menengah Kementerian Perindustrian, Euis Saedah, mengatakan sebenarnya sisanya juga sudah siap. Tetapi, mereka masih malu-malu dan belum percaya diri untuk disertifikasi.

"Untuk mendapatkan SNI, (perusahaan) yang siap sekali ada 50 IKM (industri kecil dan menengah). Nah, yang kurang lebih punya pasar itu 200 IKM. 150 IKM itu akan berkelompok," kata Euis, seperti yang dikutip pada Sabtu, 26 April 2014 di Jakarta.

Oleh sebab itu, imbuhnya, ratusan perusahaan mainan itu membuat kelompok. Mereka mempersiapkan diri untuk mendapatkan label SNI.

"Sekarang asosiasi sedang melakukan itu supaya dia bisa tidak repot. Kalau sendiri-sendiri berat. Kalau siap, silakan. Kementerian Perindustrian yang membayari dengan sediakan Rp2 miliar untuk tahap selanjutnya," kata Euis.

Menurutnya, dana tersebut diperkirakan bisa untuk membiayai 100 perusahaan untuk memperoleh sertifikat SNI.

Perusahaan-perusahaan yang berkumpul itu bersatu dan memproduksi mainan yang sama jenis dan nama produknya.

"Mereka sebagian ada yang mau berkelompok dan saling membantu. Tapi, mereknya bareng-bareng. Misalnya, mainan anak namanya Niko. Semuanya pakai (nama) Niko. Semua mainan yang Niko dan karakteristiknya (sama) itulah yang dapat SNI," ujar dia.

Kalau salah satu perusahaan yang tergabung dalam kelompok itu hendak keluar dan ingin memproses SNI-nya, Euis tidak keberatan.

"(Prosesnya) sambil bertahap. Kalau tiba-tiba (ada perusahaan yang bilang), 'ah, aku mau buat sendiri, deh,' silakan. Tapi, kalau belum pede banget, ya bareng-bareng dulu," kata dia. (eh)



http://bisnis.news.viva.co.id/news/read/499824-50-dari-200-ikm-mainan-anak-siap-dilabeli-sni