Kemendag tutup kasus beras ilegal Vietnam

Jumat, 21 Februari 2014 | 11:01


Kasus temuan beras impor asal Vietnam dinyatakan selesai. Sebab, menurut hasil pemeriksaan yang dilakukan Kementerian Perdagangan dengan melibatkan surveyor PT Sucofindo (Persero), beras tersebut masuk kategori premium. Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag Bachrul Chairi menyatakan, pihaknya mendapat laporan masyarakat terkait beredarnya beras impor Vietnam saat kunjungan di Pasar Induk Cipinang. Atas laporan tersebut, Kemendag segera mengambil sampel dari beberapa toko yang disinyalir menjual beras tersebut.

"Hasil pengambilan sampel, diuji di Laboratorium Pusat Pengujian Mutu Barang Kemendag, bersama Sucofindo, serta keterangan pakar beras IPB, beras yang diambil sampelnya adalah beras premium," ujar Bachrul dalam konferensi pers di Gedung Ditjen Bea Cukai, Jakarta, Kamis (20/2).

Bachrul menegaskan, dari hasil tersebut maka laporan masyarakat yang menyebut beras ini masuk kategori medium dinyatakan tidak benar. "Kami menganggap laporan yang disampaikan dianggap selesai," ungkap dia.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Penerimaan dan Peraturan Kepabeanan dan Cukai Ditjen Bea Cukai Kementerian Keuangan Susiwijono Moegiarso membenarkan hal tersebut. Menurut dia, hasil uji Laboratorium PPMB Kemendag cukup representatif.

"Dari kami, memang lebih banyak menjelaskan administrasi impornya saja," katanya.

oleh  Ahmad Baiquni
sumber http://www.merdeka.com