Bibit Unggul, Tanaman Kakao Bisa Bertahan 15 Tahun

Jumat, 24 Januari 2014 | 15:34


Gabungan Petani Perkebunan Indonesia (Gapperindo) Jawa Barat menyatakan penggunaan bibit untuk peremajaan tanaman kakao harus sudah teruji dan bersertifikat, agar hasil produk kakao yang dihasilkan mampu bertahan hingga 15 tahun.Ketua Gapperindo Jawa Barat Mulyadi Sukandar menilai bibit kakao yang ditanam petani saat ini menggunakan benih yang tidak jelas asal usulnya, sehingga produktivitasnya jauh dari harapan.

“Penetapan bibit harus berdasarkan norma yang berlaku. Artinya jangan sampai menanam dengan bibit yang asal-asalan untuk satu kali tanam, karena harga bibitnya jauh lebih murah,” ujarnya, Rabu (22/1/2014).

Anggota Internal Control System (ICS) UTZ Cocoa Certified Europe Union Inspector HACCP Kementerian Pertanian Iyus Supriatna mengatakan produksi kakao di Jabar selama ini hanya menyasar pasar domestik.

Selama ini petani kakao di Jabar masih menerapkan pola tradisional dalam perawatan tanaman sehingga produksi belum optimal. “Petani di Jabar selama ini memang kekurangan akses teknologi, sehingga memproduksi kakao seadanya,” ujarnya.

Menurutnya, pemerintah harus turun lapangan memberikan penyuluhan serta transfer penerapan teknologi, sehingga  membuka kesempatan bagi para petani kakao di Jabar mengakses pasar ekspor.

“Harga kakao di dunia saat ini relatif tinggi US$3 per kg - US$5 per kg, bahkan kualitas biji kakao Indonesia terbaik ketiga dunia di bawah Pantai Gading dan Ghana. Ini kesempatan Jabar untuk menjadi basis pengekspor kakao terbesar di Indonesia,” katanya.

Berdasarkan catatan, Kementerian Pertanian menargetkan produksi kakao pada 2014 mencapai 1,1 juta ton atau meningkat dari 2013 yang 800.000 ton.


oleh Adi Ginanjar Maulana
sumber  http://industri.bisnis.com