Riau Tambah Area Tanam Bawang Merah di Pekanbaru

Senin, 13 Januari 2014 | 13:52


Provinsi Riau kembali menambah area penanaman bawang merah di Kota Pekanbaru, setelah sebelumnya berhasil dilakukan di Kabupaten Kampar.Sekretaris Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura (TPH) Provinsi Riau Marzaman mengatakan sebelumnya bawang merah sulit untuk bisa tumbuh di dataran rendah seperti Riau. Namun, dengan adanya berbagai penelitian, ternyata salah satu tanaman hortikultura ini bisa ditanam tidak hanya di dataran tinggi.

“Bank Indonesia bekerja sama dengan SMKN Terpadu Pertanian Riau telah melakukan proyek percobaan penanaman bawang merah di Kecamatan Marpoyan Damai. Jika berhasil, kami segera mensosialisasikan ke petani lokal,” kata Marzaman kepada Bisnis, Minggu (12/1/2014).

Dia menuturkan proyek percobaan penanaman telah dilakukan di Kecamatan Marpoyan Damai dengan lahan seluas 1 hektare. Program ini menjadi semacam laboratorium yang menjadi referensi para petani lokal. Selain itu, bisa menjadi cikal bakal lahan pertanian di seluruh Provinsi Riau.

Dia optimistis percobaan penanaman tersebut bisa sukses dengan tingkat produktivitas yang sama seperti di Kabupaten Kampar. Sepanjang 2013, sentra bawang merah di Kabupaten Kampar bisa menghasilkan bawang merah hingga 65 ton dari lahan seluas 10 hektare.

Wakil Walikota Pekanbaru Ayat Cahyadi menargetkan daerahnya bisa melakukan penanaman komoditas bawang merah bisa mencapai 20 hektare pada tahun ini untuk mencukupi kebutuhan masyarakat setempat.

Menurutnya, program penanaman tersebut dilakukan untuk mengurangi ketergantungan Riau dari daerah lain. Selama ini bawang merah masih didatangkan dari Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Jawa Tengah.

“Tahun ini akan ada program penanaman hingga 20 hektare. Jika bisa berjalan dengan baik, hasil produksi bawang merah tersebut setidaknya bisa mengurangi ketergantungan impor dari daerah lain dan mengurangi tingkat inflasi,” kata Cahyadi di sela acara Penanaman Bawang Merah Bank Indonesia, Jumat (10/1/2014).

oleh Rio Sandy Pradana
sumber http://industri.bisnis.com