Impor Jeruk Tembus Rp4 Triliun per Tahun

Rabu, 08 Januari 2014 | 09:29


Kementerian Pertanian meminta pengusaha meningkatkan ekspor produk hortikultura seperti nanas, manggis, salak, mangga dan pisang untuk mengurangi defisit perdagangan.Berdasarkan data yang dirilis kementan, menyebutkan defisit perdagangan di sektor hortikultura kembali terulang. Tercatat hingga September 2013 Defisit perdagangan yang terjadi di sektor ini mencapai US$876,97 juta, sedangkan sepanjang 2012 defisit perdagangan mencapai US$1,35 miliar.

Dirjen Hortikultura Hasanudin Ibrahim mengatakan bawang putih dan jeruk merupakan komoditas terbesar penyumbang defisit tersebut disusul apel, anggur dan pir.

Sebagian besar produk tersebut merupakan komoditas subtropis sehingga memang tidak dimungkinkan untuk dibuddayakan di dalam negeri.

“Impor jeruk saja rata-rata per tahun mencapai Rp.4 triliun, ini paling tinggi selain bawang putih,” katanya, Selasa (7/1/2014).

Hasanudin menjelaskan salah satu upaya yang dilakukan untuk mengurangi defisit ini adalah dengan meningkatkan ekspor komoditas hortikultura unggulan, sementara kementeriannya berusaha meningkatkan produksi hortikultura lokal.

Sementara itu, untuk bawang putih, dia menyebutkan pertanian bawang putih dalam negeri mulai terbupuk semenjak masuknya bawang putih impor terutama dari China. Harga produk impor tersebut telah merusak harga dalam negeri sehingga petani enggan menanam komoditas ini dan beralih ke komoditas lainnya.

Saat ini, pihaknya mengakui kesulitan mengembangkan komoditas ini selain adanya serbuan produk impor, komoditas ini merupakan komoditas sub tropis sehingga hanya lahan tertentu saja yang dapat ditanami komoditas ini.

oleh M. Taufiqur Rahman
sumber http://industri.bisnis.com