Sumsel Miliki Laboratorium Geothermal

Rabu, 23 Oktober 2013 | 09:37






PALEMBANG - PT Sucofindo (persero) bertekad ikut andil dan mendukung kegiatan perusahaan panas bumi (geothermal) di Sumsel. Caranya dengan membangun laboratorium geothermal yang lebih berkonsentrasi untuk mendukung kegiatan eksplorasi geokimia panas bumi.

“Laboratorium geothermal ini pertama di Indonesia,” kata Kepala Cabang PT Sucofindo (persero) Palembang, Ir Joni Ardhi MM, dalam acara peresmian, kemarin (21/10). Salah satu latar belakang pendirian laboratorium ini karena potensi geothermal di Indonesia sangat besar, mencapai 28.8 Gwe. Potensi ini hampir setara dengan 13,5 miliar barel minyak bumi untuk masa pengoperasian 30 tahun.

“Karena itulah, kami ingin membantu perusahaan-perusahaan yang bergerak dalam bidang geothermal di Sumsel. Baik jasa inspeksi, supervisi, pengkajian maupun pengujian yang diinginkan,” ungkap Joni.

Katanya, hingga saat ini sudah ada empat laboratorium milik Sucofindo Palembang. Yakni laboratorium jasa umum (untuk analisis kimia lingkungan, produk agribisnis CPO, pupuk, dan lainnya). Ada laboratorium batu bara, laboratorium mekanika tanah, konsentrat dan beton. “Yang terbaru yang diresmikan ini, khusus menyangkut geothermal,” imbuhnya.

Direktur Komersial III PT Sucofindo, Ir Sufrin Hanan yang mewakili direksi Sucofindo menegaskan, laboratorium geothermal di Sumsel merupakan yang pertama di Indonesia. “Ini laboratorium komersil pertama yang dioperasionalkan. Akan menyusul di Bandung,” katanya. Pembangunan laboratorium geothermal ini untuk program pemerintah dan pengembangan jasa pertambangan, khususnya geothermal.

Didampingi Kadivre 1 Sucofindo, Heru, dia mengungkapkan dalam tiga tahun terakhir telah me-launching empat laboratorium pendukung proyek-proyek di Sumsel. Sufrin berharap, keberadaan empat laboratorium itu mendukung kegiatan bisnis di Sumsel. Apalagi, Sucofindo satu-satunya perusahaan surveyor terbesar di Indonesia ejak 1956.

Kemampuan laboratorium di lantai II menara Sucofindo ini didukung para ahli dari berbagai institusi. Saat ini mampu melakukan uji air, uang, gas, dan tanah. “Kami akan lengkapi  equipment-nya dengan kemampuan lain hingga mencapai 100 persen,” cetusnya
Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin, membeberkan potensi geothermal Indonesia 40-48 persen potensi dunia. Nah, potensi Sumsel mencapai 70 persen dari potensi geothermal Indonesia. “Artinya, potensi geothermal Sumsel itu sekitar 28 persen dunia,” tuturnya.

Selain tiga wilayah kerja (WK) geothermal yang sedang ditender pusat,  sudah ada satu yang dikelola oleh putra Indonesia. Ke depan akan masuk calon investor asal Turki. “Karenanya, keputusan membangun laboratorium geothermal ini sudah tetap di Palembang. Sebaiknya tidak perlu dibangun di daerah lain. Cukup dipusatkan di Palembang,” bebernya.

Alex juga membeberkan potensi coal bed methane (CBM) Sumsel. Lalu potensi batu bara Sumsel 48.45 persen, namun masih kecil sekali yang dimanfaatkan. Hasil penelitian terakhir, cadangan batu bara Sumsel 47,1 miliar ton. Tahun depan, pusat riset ikan air tawar selesai dibangun di Sumsel, tepatnya Jakabaring, Palembang.

“Intinya, terima kasih kepada Sucofindo yang telah mendirikan laboratorium geothermal. “Tahun depan kami rencanakan PLTS. Sebenarnya, kalau pemprov ada dana, kami akan wujudkan 10 ribu MW dalam waktu dekat,” tukasnya sembari menyatakan, akan meminta seluruh pengusaha geothermal bekerja sama dengan Sucofindo. (tha/ce4/ndy)

oleh Redaktur Sumeks
sumber http://sumeks.co.id