Sucofindo-Surveyor Ditargetkan Akhir Tahun Rampung

Kamis, 26 September 2013 | 08:55


Menghadapi pasar bebas Asean di 2015 atau Asean Economy Community (AEC), Pemerintah Indonesia mempersiapkan beberapa sektor strategis untuk memperkuat segala sektor, salah satunya penggabungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak dibidang yang sama, yakni PT Sucofindo (Persero) dan PT Surveyor Indonesia (Persero).Direktur Utama Sucofindo, Fahmi Sadiq menargetkan sebelum akhir tahun konsolidasi dapat terealisasi. Pasalnya saat ini tinggal menunggu Peraturan Presiden (PP) yang tengah dikaji di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) lalu disahkan oleh Presiden.

"Di akhir tahun kita yakin, konsolidasi terealisasi dan keuangan Sucofindo akan lewati RKAP dan akan tingkatkan kesejahteraan stakeholder. Yang pasti saat ini kami sedang susun 80-90 persen untuk konsolidasi dengan Surveyor Indonesia," ungkap Fahmi saat ditemui di Oakwood Residence Mega Kuningan, Jakarta, Selasa (24/9/2013).

Fahmi menambahkan, sejak dilantik pada Maret 2013 lalu dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) bertujuan untuk mempersiapkan hadapi AEC 2015.

"Kami semua dilantik sejak Maret 2013 tujuannya sudah tahu bahwa akan persiapkan konsolidasi dengan Surveyor Indonesia (SI) dalam rangka hadapi pasar bebas ASEAN di akhir 2015. Kan nanti pada 2015 itu, akan banyak perusahaan surveyor luar negeri yang harus kita mampu persiapkan bersaing dengan perusahaan itu," tambahnya.

Menurut Fahmi, dengan menargetkan akhir tahun sudah selesai dalam tahap konsolidasi, saat ini pihaknya pun telah merasakan manfaat dengan penjualan hingga akhir Agustus sudah mencapai Rp1 Trilliun.

"Langkah-langkah ke situ sudah disiapkan dan membuahkan hasil. Per Agustus akhir Sucofindo mempecahkan penjualan sampai Rp1 Triliun, tumbuh luar biasa dibanding 2012. Dan laba pun yang tumbuh 100 persen," ujar Fahmi.

Di tempat yang sama, Direktur Komersial III Sucofindo, Sufrin Hannan mengatakan konsolidasi dengan 2 entitas tersebut menunggu kajian Peraturan Presiden (PP).
 
"Saat ini memang masih dalam 2 entitas, sambil menunggu kajian PP. Kajian PP sekarang baru dilakukan oleh Kemenkeu, mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa diselesaikan kajiannya. Yang dikaji biasanya memang due diligence, aspek legal dan finansial. Kemudian terkait keuntungan  dan kerugiannya," ungkap Sufri.

"Kalau bisa akhir tahun sudah keluar PP-nya, sehingga mulai awal tahun kita sudah menjadi satu entitas.  Ada dua BUMN dengan lingkup kerja yang sama mending digabung aehingga mampu jadi perusahaaan besar dan bersaing dengan perusahaan surveyor asing," tutupnya. (kie)    (wdi)

oleh Dani Jumadil Akhir
sumber http://economy.okezone.com