KADIN: Pangan Penuh Polemik dalam 5 Tahun ke Depan

Selasa, 24 September 2013 | 11:05


Kamar Dagang dan Industri (Kadin) memperkirakan pada lima tahun ke depan persoalan pangan masih akan bermasalah terutama untuk 6 komoditas yaitu kedelai, jagung, gula, ayam, daging sapi dan beras. Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Pemberdayaan Daerah dan Bulog Natsir Mansyur mengatakan pemerintah dalam hal ini kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan perlu mengkaji lebih dalam terkait sistem perdagangan komoditas global agar terhindar dari permainan kartel.

“Pemerintah jangan mengambil kebijakan yang spekulatif terhadap komoditas pangan agar terhindar dari permainan beberapa oknum yang sengaja mencari keuntungan sebesar-besarnya,” katanya melalui siaran pers, Senin (23/9/2013).

Natsir menilai operasi pasar yang sering dilakukan pemerintah bukanlah solusi yang tepat dan cenderung spekulatif, karena faktanya meskipun operasi pasar dilakukan, tetapi harga komoditas pangan belum tentu akan turun.

Menurutnya, permasalahan yang terus terjadi di sektor pangan lebih disebabkan, karena pemerintah tidak dapat mengikuti sistem perdagangan pangan dunia. Ketika mendesak pemerintah baru mengeluarkan kebijakan impor.

“Artinya, Kemendag ini ketinggalan irama. Negara lain dalam jangka waktu 6 bulan sebelumnya sudah mengeluarkan kebijakan impor pangannya, karena dalam perdagangan pangan internasional paling tidak 6 sampai 12 bulan pangannya sudah dipesan oleh pengusaha kartel dunia kemudian dibeli lagi oleh pelaku kartel Indonesia,” Papar Natsir.

Kemendag, katanya, perlu lebih proaktif dalam mengeluarkan kebijakan agar tidak terlambat. Karena keterlambatan ini akan membiarkan oknum tertentu mengendalikan harga pangan. Selain itu diperlukan manajemen produksi-distribusi-perdagangan yang matang dan mempunyai perencanaan yang baik agar tidak spekulatif.

oleh M. Taufiqur Rahman
sumber http://www.bisnis.com