Sawit Lestari, Eropa Tingkatkan Konsumsi CSPO

Jumat, 13 September 2013 | 10:08


Eropa berkomitmen meningkatkan pemakaian minyak kelapa sawit berkelanjutan bersertifikat atau CSPO (Certified Sustainable Palm Oil). Komitmen ini tertuang dalam German Forum for Sustainable Palm Oil dan French Alliance for Sustainable Palm Oil.

Sekretaris Jenderal RSPO Darrel Webber dalam pernyataan pers yang diterima Bisnis, Kamis (11/9) mengatakan industri Eropa mulai terbuka untuk mengkonsumsi minyak kelapa sawit berkelanjutan.

Hal ini dibuktikan dengan diluncurkannya German Forum for Sustainable Palm Oil dan French Alliance for Sustainable Palm Oil yang menyebutkan bahwa industri sawit secara kolektif akan menggunakan CPO bersertifikat selambat-lambatnya hingga 2015.

“Sudah waktunya bagi industri Eropa untuk bekerja sama dan meningkatkan komitmen mereka terhadap minyak sawit berkelanjutan, serta menginspirasi negara-negara konsumen besar, seperti India dan Cina, untuk mengikuti langkah yang telah dilakukan oleh industri Eropa”, tutur Darrel.

Langkah Jerman dan Perancis ini, lanjut Darrel merupakan stimulus positif terciptanya industri perkebunan kelapa sawit berkesinambungan yang ramah lingkungan. Selama ini kebutuhan CPO negara Eropa masih dpenuhi dari impor, oleh karena itu secara tidak langsung kawasan ini bertanggung jawab atas isu lingkungan dan sosial yang terkait dengan produksi minyak sawit di negara produsen.

“Negara importir juga memiliki tanggung jawab terhadap perkebunan berkelanjutan, salah satunya dengan hanya mengkonsumsi CPO bersertifikat. Langkah yang dilakukan Prancis dan Jerman ini sejalan dengan prinsip tersebut. Beberapa negara Eropa lain seperti Belanda, Belgia dan Inggris telah lebih dulu menerapkan komitmen ini,” katanya.

Darrel melanjutkan, komitmen industri ini juga tidak lepas dari adanya perubahan regulasi di Uni Eropa yang mengharuskan pemberian label atau tanda ramah lingkungan untuk produk makanan yang mengandung minyak nabati selambat-lambatnya pada Desember 2014. “Regulasi ini memaksa industri di Eropa untuk mengkonsumsi CSPO saja,” tegasnya.

Sementara itu, Presiden Executive Board RSPO dan Global Director Sustainable Sourcing

Development Unilever, Jan Kees Vis mengatakan perusahaan sebagai pelaku usaha memiliki peran strategis terhadap keberlanjutan minyak kelapa sawit bersertifikat.

“Ketika berbicara mengenai peningkatan penyerapan CSPO di negara-negara konsumen, peran perusahaan lebih memberikan dampak dibandingkan dengan peran pemerintah,” terangnya.

Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara perusahaan sebagai konsumen CPO dan juga pemasok CPO guna menumbuhkan perkebunan kelapa sawit yang ramah lingkungan. “Keselarasan sepanjang rantai pasok sangat dibutuhkan guna mewujudkan industri kelapa sawit yang baik dan ramah lingkungan,” ungkapnya.

oleh M. Taufiqur Rahman  

sumber http://www.bisnis.com/