Ekspor Ikan ke Eropa Digenjot

Rabu, 11 September 2013 | 09:57


Indonesia mengincar kenaikan nilai ekspor produk perikanan ke Eropa seiring dengan ditetapkannya Polandia dan Rusia sebagai pintu masuk melalui kerja sama bilateral dengan dua negara tersebut.Saut P. Hutagalung, Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (P2HP) KKP, menuturkan dalam kunjungan ke Polandia pekan lalu, kedua negara sepakat untuk menjalin kerja sama di bidang perikanan, terutama terkait peningkatan ekspor.

"Polandia itu anggota Uni Eropa, selain itu dia juga punya hubungan yang erat dengan sejumlah negara Eropa Timur, termasuk Ceko, Slovakia, Hongaria, dan Bulgaria," tuturnya, Selasa (10/9/2013).

Karena itu, lanjutnya, pemerintah menilai Polandia sebagai negara yang potensial untuk menjadi pangkalan atau hub masuknya produk perikanan asal Indonesia.

Sebelum Polandia, Indonesia telah menjalin hubungan serupa dengan Rusia. Kerja sama tersebut dinilai makin menjanjikan karena Rusia telah membentuk sistem bea cukai (custom union) yang terintegrasi dengan Belarusia dan Kazakstan.

"Paling tidak sekarang kita sudah punya Rusia dan Polandia, dua itu kalau digarap potensinya besar sekali. Ekspor perikanan kita ke Rusia saja US$45 juta tahun lalu," katanya.

Ekspor produk perikanan Indonesia ke Eropa selama ini didominasi oleh komoditas Tuna. Berdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan, ekspor tuna dari Indonesia ke Uni Eropa mencapai 27.803 ton pada 2012 dengan nilai US$123,5 juta.
Adapun, sepanjang Januari-Juni 2013 volumenya tercatat 21.156 ton atau melesat 78,68% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, yakni 11.840 ton.

Seiring peningkatan volume, nilai ekspor tuna ke Uni Eropa turut melambung menjadi US$96,39 juta selama semester I/2013.

Selain itu, ekspor udang mulai mengalami peningkatan. Volume ekspor udang ke Uni Eropa naik tipis dari 8.220 ton pada semester I/2012 menjadi 8.724 ton sepanjang Januari-Juni 2013.

oleh Ana Noviani
sumber http://www.bisnis.com/