Produksi Kedelai Tahun Ini Bisa 1 Juta Ton, Bagaimana Caranya?

Kamis, 29 Agustus 2013 | 08:54


Musim tanam triwulan III/2013 diprediksi sesuai dengan rencana, mengingat tidak ada halangan yang cukup berarti. Dengan ini, diharapkan produkai yang akan dihasilkan optimal.Direktur Budidaya Aneka Kacang dan Umbi-umbian Kementan Maman Suherman mengatakan pertanaman pada Juli, Agustus hingga September berjalan sesuai dengan rencana. Untuk itu, diharapkan hasil yang akan diperoleh optimal.

"Saya optimistis produksi tahun ini mencapai 1 juta ton, mengingat dalam beberapa bulan ini tidak ada kendala yang berarti di hulu. Meskipun dalam angka ramalan yang dikeluarkan BPS, produksi diperkirakan hanya mencapai 847.000 ton," katanya, (28/8/2013).

Pada 2013 ini, lanjut Maman, Kementerian Pertanian memiliki program tambahan luas lahan tanam sebesar 110.000 hektare, tetapi hingga saat ini baru terealisasi 38% dari 110.000 hektare. Meskipun demikian, pihaknya telah mempersiapkan kebutuhan benih sebanyak 40.000 ton untuk tahun ini.

"Kebutuhan per bulan sekitar 2.000-3.000 ton. Benih ini nanti akan dialokasikan ke daerah sentra produksi seperti Aceh, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Jogja, Jawa Timur, Sulawesi, dan Nusa tenggara Barat," jelasnya.

Sementara itu, Menteri Pertanian Suswono mengaku pemerintah tidak bisa memaksa petani untuk menanam kedelai. Pasalnya, yang memicu petani tertarik menanam kedelai adalah harga yang bagus untuk petani.

"Sebetulnya, yang memicu petani tertarik untuk menanam kedelai adalah harga. Begitu juga komoditas lainnya. Sekarang kita bandingkan antara kedelai dengan jagung, tentu jagung lebih menarik karena harganya lebih baik," ungkapnya.

Selain itu, hasil produksi satu hektare jagung masih lebih menarik dibandingkan dengan satu hektare kedelai. hal tersebut mengakibatkan produksi kedelai lokal tidak dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri yang selalu meningkat.

Tercatat, produksi kedelai pada 2012 mencapai 851.647 ton. Padahal, saat itu, kebutuhan dalam negeri mencapai 2,2 juta ton.

oleh M. Taufiqur Rahman
sumber http://www.bisnis.com