Pemerintah Didesak Umumkan Alokasi Impor Sapi Siap Potong

Kamis, 18 Juli 2013 | 08:14


Pelaku usaha menilai upaya pemerintah mendatangkan sapi hidup siap potong bisa menurunkan harga daging sapi asalkan alokasi tepat dan melakukan beberapa perubahan regulasi.Direktur Eksekutif Asosiasi Produsen Daging dan Feedlot Indonesia (Apfindo) Joni Liano mengatakan minimal terdapat tiga syarat yang harus dilakukan pemerintah. Pertama, pemerintah harus segera mengumumkan alokasi impor sapi siap potong tersebut dan siapa importirnya.

“Semakin cepat importir mendapat kepastian angka, maka semakin cepat pula mereka mengkomunikasikan kepada eksportir di Australia. Hal ini mengingat importasi daging membutuhkan kepastian dan waktu yang tidak singkat,” kata Joni kepada Bisnis, Rabu (17/7/2013).

Kedua, pemerintah harus mengubah peraturan impor hewan yang selama ini hanya mengatur mengenai pengapalan sapi bakalan. Salah satunya mengenai berat setiap sapi yang didatangkan yakni tidak boleh melebihi 350 kilogram.

Ketiga, importir harus diberikan dispensasi terkait dengan proses karantina yang membutuhkan waktu hingga 14 hari. Menurutnya, pada kondisi yang mendesak ini pemerintah tentu saja tidak ingin realisasi importasi semakin lama.

 Joni memaparkan apabila Kamis (18/7/2013) pemerintah mengeluarkan keputusan alokasi dan beberapa perubahan regulasi, proses administrasi importir akan selesai selama 3 hari kerja. Kemudian, surat pengesahan administrasi itu akan segera dikirimkan kepada eksportir sebagai permohonan impor.

Setelah surat diterima, eksportir akan segera mengumpulkan sapi siap potong dalam waktu 3 hari. Pada 27 atau 28 Juli 2013 sapi mulai dikirim dari Negeri Kanguru tersebut.

“Pengiriman sapi siap potong membutuhkan waktu 4-5 hari untuk sampai di Pelabuhan Tanjung Priok. Diperkirakan akan tiba pada 1 Agustus 2013, itu dengan catatan [jadwal keberangkatan] kapal masih ada,” tuturnya.

oleh Rio Sandy Pradana
sumber http://www.bisnis.com