Produksi Cabai Turun, Pemerintah siap impor 10.000 ton

Selasa, 16 Juli 2013 | 08:33


Kementerian Pertanian telah melakukan evaluasi terhadap persediaan beberapa komoditas untuk memenuhi kebutuhan di Juli 2013. Dari evaluasi tersebut, diketahui persediaan cabai mengalami penurunan. Menteri Pertanian Suswono mengatakan berkurangnya pasokan lebih disebabkan anomali cuaca yang cenderung basah.

Akibatnya produksi petani turun drastis, jika sebelumnya petani mampu menghasilkan 7 ton cabai per hektare, saat ini hanya berkisar 3 ton per hektare.

“Kami telah melakukan evaluasi, dari evaluasi ini memang ada kekurangan stock di cabe rawit dan bawang merah. Kekurangan ini karena panen Juli kurang bagus akibat anomali cuaca dan juga beberapa wilayah di brebes akan panen di Agustus,” ungkapnya setelah memimpin Rapim, Senin (15/7/2013).

Oleh karena itu, jelas Suswono, untuk menutupi kekurangan ini, pihaknya akan mempercepat realisasi importasi cabai. R

encananya, pemerintah membuka kran impor untuk cabai rawit sebanyak 10.000 ton guna menutupi kekurangan tersebut.

“Sudah ada komitmen dari Kemendag untuk mempercepat realisasi impor di Juli ini. Jadi yang akan melakukan impor adalah mereka [pengusaha] yang sudah mendapatkan rekomendasi dan surat persetujuan impor dari Kementerian Perdagangan. Nilainya sekitar 10.000 ton,” katanya.

Pihaknya, lanjut Suswono, juga sudah berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan untuk memantau realisasi impor tersebut agar tidak mengalami keterlambatan.

Karena terlambatnya ralisasi impor, akan merusak kondisi pasca masa panen dan juga merugikan petani lokal.  (ra)

oleh M. Taufiqur Rahman
sumber http://www.bisnis.com