PLN Dorong Penggunaan Komponen Lokal

Jumat, 14 Juni 2013 | 09:23


Direktur PT PLN (Persero), Nur Pamudji, mendorong pelaku industri di sektor ketenagalistrikan untuk lebih sering menggunakan produk dalam negeri dan jasa lokal. Hal ini, kata dia, akan mendorong perkembangan sektor ketenagalistrikan Indonesia dalam jangka panjang."Praktisi industri swasta juga harus mengubah dirinya, mau bermitra dengan PLN. Tidak hanya berdagang, tapi mau mengembangkan industri dalam negeri," katanya dalam diskusi kebijakan PLN dalam mendukung produk dalam negeri di Jakarta, Kamis, 13 Juni 2013.

Menurut dia, selama ini banyak pengusaha yang hanya mengejar keuntungan dan memikirkan keuntungan jangka pendek. Mereka selalu menggunakan produk-produk, suku cadang, dan material dari luar negeri yang sebenarnya bisa dibuat oleh produsen lokal. Komitmen menggunakan produk dalam negeri ini, kata Nur, juga merupakan perwujudan dari Peraturan Menteri Perindustrian No 54 Tahun 2012 tentang Pedoman Penggunaan Produk Dalam Negeri untuk Pembangunan Infrastruktur Ketenagalistrikan.

Nur mengatakan, sebenarnya ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mendorong pengusaha agar menggunakan produk dalam negeri di sektor ketenagalistrikan. Pertama, jika perusahaan tersebut merupakan perusahaan kecil yang masih bermasalah dalam hal biaya, mereka bisa bekerja sama dengan PLN termasuk bekerja sama dalam hal biaya. "Mereka harus open book ke kita, menjelaskan struktur biaya mereka, dari situ bisa kita perhitungkan mana yang bisa menggunakan produk dalam negeri," katanya.

Kedua, jika perusahaan dalam negeri tersebut sudah memiliki banyak pabrik dan memiliki trafo kelas rendah sampai menengah dan menggunakan banyak material lokal, maka PLN akan mendorong mereka untuk ikut lelang pengadaan agar terlibat dalam banyak proyek PLN. "Kita harus menumbuhkan industri, mendorong mereka agar mau menggunakan dan memproduksi produk-produk dalam negeri," katanya.

Ia mencontohkan, PLN telah mendorong pelaku industri Tanah Air untuk membuat switch gear. Yang berhasil memproduksi switch gear akan mendapatkan kontrak khusus dari PLN. Hal ini berhasil dilakukan dan saat ini sudah ada switch gear produksi Indonesia yang tersedia untuk 150 kafe.

Direktur Jenderal Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi, Budi Darmadi, mengatakan untuk mendorong peningkatan produk lokal berbasis kompnen lokal, pemerintah menunjuk Sucofindo dan Surveyor Indonesia untuk melakukan verifikasi dan sertifikasi pada pelaku usaha. "Sampai 2012, Kemenperin baru memberikan sertifikasi pada 5.280 produk yang mempunyai tingkat kandungan lokal lebih dari 50 persen. Sekitar 1.180 sertifikat diberikan untuk produk industri kelistrikan," katanya.

 
oleh ANANDA TERESIA
sumber http://www.tempo.co/