Harga Naik Terus, Perokok Tetap Cuek. Inilah Penyebabnya

Selasa, 11 Juni 2013 | 10:19


Konsumsi rokok di Indonesia nyaris tidak pernah surut sekalipun harga produk itu berkali-kali dinaikkan.Hasil kajian Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia menyebutkan kenaikan tarif rokok tidak sebanding dengan kenaikan pendapatan masyarakat sehingga produk hasil tembakau itu tetap terjangkau konsumen.

Indonesia merupakan pasar rokok potensial mengingat pertumbuhan ekonomi yang selalu 6% dan kondisi demografis yang mendukung, yakni jumlah kelas menengah yang diperkirakan naik hampir dua kali lipat dari 74 juta jiwa pada 2012 menjadi 140 juta jiwa pada 2020.

Hal ini terlihat pada data pertumbuhan konsumsi rokok yang naik drastis dari 251 miliar batang pada 2009 menjadi 302 miliar batang pada 2012, konsisten dengan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) per kapita US$2.500 pada 2009 menjadi US$3.500 per kapita pada 2012.

Implikasi sistem cukai rokok yang rumit dinilai sebagai salah satu penyebab harga rokok relatif masih terjangkau, yakni hanya Rp250 per batang. Rentang harga yang lebar antara masing-masing jenis rokok memperlemah dampak peningkatan cukai pada penurunan konsumsi.

Sistem itu juga memicu penghindaran cukai secara legal dengan modus perusahaan besar mendirikan perusahaan kecil agar membayar cukai sedikit.

Kondisi itu pun didukung kebijakan pengendalian rokok yang lemah, misalnya peringatan kesehatan bergambar yang belum berlaku, kawasan tanpa rokok (KTR) yang masih embrio, serta iklan dan sponsor rokok yang masif.

oleh Sri Mas Sari 
sumber http://www.bisnis.com