BUDIDAYA TEMBAKAU: BEP Musim Tanam Saat ini Rp26.800 per Kg

Senin, 10 Juni 2013 | 08:56


Nilai jual impas atau break even point (BEP) tembakau Madura, Jawa Timur, pada musim tanam tembakau kali ini Rp26.800 per kilogram.Fathorrahman, Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Pamekasan, mengatakan BEP sebesar Rp26.800 per kilogram ini berdasarkan perhitungan yang kami lakukan disesuaikan dengan kenaikan harga kebutuhan bahan pokok dan harga pupuk di pasaran.

“Termasuk penyesuaian harga kenaikan bahan bakar minyak (BBM)," kata Fathorrahman, Jumat (7/6/2013).

Dia menjelaskan perhitungan BEP untuk harga jual hasil produksi pertanian tembakau kali ini jauh lebih tinggi dibandingkan angka 2012. Ketika itu, BEP tembakau Madura, termasuk Pamekasan sebesar Rp25.000 per kilogram.

Menurut dia, jika harga jual tembakau Pamekasan nantinya lebih rendah atau setara dengan ketentuan BEP maka yang jelas petani Pamekasan akan merugi. Oleh karena itu KTNA Pamekasan berharap pada pihak pabrikan bisa membeli tembakau petani Pamekasan secara khusus dan Madura pada umumnya, diatas ketentuan BEP.

"Yang sering terjadi di lapangan selama ini kan terkadang pihak pabrikan membeli tembakau dibawah ketentuan BEP, sehingga petani rugi. Alasan yang sering dikemukakan karena kualitas jelek," kata dia.

Fathorahman, yang juga Wakil Ketua Komisi B DPRD Pamekasan ini, meminta Pemkab Pamekasan bisa mengawal proses tanam hingga proses produksi tembakau, sehingga kualitas tembakau yang dihasilkan petani nanti sesuai dengan harapan semua pihak.

Pengawalan itu baik dalam ketentuan harga agar tetap mahal maupun dalam menjaga kualitas tembakau Madura. "Jika hal ini tidak dilakukan, kami khawatir, harga tembakau juga tidak akan terjual sesuai harapan, bahkan bisa dibawah ketentuan BEP," katanya.

Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Pamekasan Ajib Abdullah menjelaskan, bibit tanaman tembakau yang dianjurkan pemkab pada musim tanam tembakau kali ini adalah bibit Cangkreng NI dan N2 serta jenis Prancak 95.

"Karena bibit ini memang dikenal bibit yang bagus dan memang diinginkan oleh pihak pabrikan, karena sesuai dengan kondisi geografis di Madura," katanya. (mfm)

sumber http://www.bisnis.com