Menyongsong Era CBM Indonesia, Sucofindo Siapkan Laboratorium

Rabu, 29 Mei 2013 | 14:42


Tidak selamanya Indonesia bergantung pada sumber energi konvensional. Selain karena energi konvensional semakin hari semakin habis juga karena Indonesia dikaruniai kekayaan sumber energi lain yang non konvensional, seperti Coal Bed Methane (CBM) yang juga besar potensinya. Potensi ini harus dimanfaatkan untuk terus menunjang pembangunan dan peningkatan kesejahteraan rakyat Indonesia.
 
 Personel Sucofindo di lokasi eksplorasi CBM





Kelihatannya para pelaku usaha di sektor energi (tambang dan migas) pun telah mulai bergegas untuk merealisasikan potensi CBM yang dimiliki Indonesia. Potensi CBM Indonesia menduduki posisi ke-6 terbesar di dunia setelah Rusia, Canada, China USA dan Australia, dengan total perkiraan cadangan sebesar 453,3 Trillion Cubic Feet (TCF). Hingga kini, Kementerian ESDM – SKK Migas telah menandatangani sebanyak 54 Production Sharing Company (PSC). Salah satu PSC yang melakukan pengembangan bisnis CBM adalah PT Pertamina Hulu Energi (PHE), yang menyiapkan investasi sebesar US$ 1,5 miliar pada periode 2013-2017. Investasi tersebut akan digunakan untuk pengeboran lebih dari 200 sumur eksplorasi CBM dan studi selama lima tahun ke depan. Hal serupa juga dilaksanakan oleh beberapa PSC, antara lain Virgin Indonesia Company (VICO), Dart Energy (Tanjung Enim) Pte. Ltd, Medco dan Epindo.

“Inilah peluang besar yang ingin kami dukung lewat jasa pengujian CBM yang kami miliki saat ini,” ungkap Sufrin Hannan, Direktur Komersial III PT Sucofindo. Uji CBM yang dilakukan di Laboratorium Sucofindo bertujuan untuk menguji  kandungan (content) dan komposisi (composition) gas metana batubara (CBM) yang ada di dalam perut bumi di wilayah kerja kontraktor. “Dengan mengetahui kualitas dan kuantitas cadangan CBM ini akan dapat  diputuskan apakah feasible atau tidak untuk digali/ditambang,” jelas Sufrin. Hasil pengujian laboratorium ini dapat dijamin keakuratannya karena semua pengujian dilakukan berdasarkan standar uji CBM yang sudah baku dan berlaku umum di dunia internasional.

Laboratorium Sucofindo telah mendapatkan akreditasi nasional dan internasional. Akreditasi tersebut menjamin keakuratan hasil uji yang dilakukan. Uji kandungan gas (gas content) yang dilakukan di Laboratorium Sucofindo menggunakan standar AS-3890 sedangkan untuk uji komposisi gas (gas composition) menggunakan alat gas chromatography serta menggunakan Certified Reference Material (CRM) gas metana sebagai referensi. “Dengan berpegang pada standar uji  ini kami memastikan hasil pengujian yang kami lakukan akurat,” jelas Sufrin.   
   Direktur Commercial III of PT Sucofindo, Sufrin Hannan

Laboratorium Sucofindo telah mendapatkan akreditasi nasional dan internasional. Akreditasi tersebut menjamin keakuratan hasil uji yang dilakukan. Uji kandungan gas (gas content) yang dilakukan di Laboratorium Sucofindo menggunakan standar AS-3890 sedangkan untuk uji komposisi gas (gas composition) menggunakan alat gas chromatography serta menggunakan Certified Reference Material (CRM) gas metana sebagai referensi. “Dengan berpegang pada standar uji  ini kami memastikan hasil pengujian yang kami lakukan akurat,” jelas Sufrin. 

Laboratorium Sucofindo dioperasikan di wilayah Indonesia dan oleh personel yang kompeten dari Indonesia. Ini merupakan produk nasional. Harga pengujian yang ditawarkan pun kompetitif dibanding  pengujian  yang dilakukan oleh pihak asing. “Sebab saat ini peralatan laboratorium kami sudah milik sendiri. Inilah laboratorium CBM pertama yang langsung dioperasikan oleh perusahaan  nasional Indonesia. Namun kami masih menggunakan tenaga ahli dari luar untuk melakukan transfer of knowledge dan know how dari segi teknologinya. Dalam melakukan validasi data analisa dari beberapa parameter uji. Kami juga menjalin kerjasama dengan laboratorium di luar negeri. Semakin banyak jumlah sampel pengujian yang kami lakukan maka semakin tinggi pula tingkat kepercayaan klien atas kompetensi kami,” kata Sufrin.


"Inilah laboratorium CBM pertama yang langsung dioperasikan
oleh perusahaan  nasional Indonesia."


Selain meningkatkan kompetensi sumberdaya manusia dan sistem mutu kelaboratoriuman, PT Sucofindo juga terus melengkapi laboratorium CBMnya dengan peralatan tercanggih sesuai perkembangan teknologi dalam pelaksanaan jasa pengujian.

SDM yang dimiliki adalah tenaga muda profesional yang telah mengikuti pelatihan dan mendapatkan sertifikasi sesuai bidang masing-masing (Certified Personnel). Mereka memiliki keterampilan teknis khusus, seperti geologist, chemist, lab analist yang siap diterjunkan ke lapangan. “Rata-rata untuk satu proyek disiapkan 20 orang tenaga terampil yang dibutuhkan seperti yang sudah kami lakukan di proyek Muara Enim, Sumatera Selatan, di Melak, Kalimantan Timur, dan di Serawak untuk Petronas,” ungkap Sufrin memberi contoh. Dari sisi manajerial proyek, PT Sucofindo tidak memiliki kendala yang berarti lagi. Sebab mereka telah memiliki banyak  pengalaman di berbagai proyek selama ini dan sudah  sangat teruji. 


 
Keterangan:
1. Core Labelling
2. Mobile Laboratory
3. Gas Desorption
4. Canister
 

Sedangkan laboratoriumnya sendiri, selain di Palembang dan Balikpapan, laboratorium CBM Sucofindo dipusatkan di Cibitung, Jawa Barat. Tetapi di lokasi proyek (lapangan) ada laboratorium bergerak (mobile laboratory) yang setiap saat bisa dipindah ke lokasi proyek lain sesuai kebutuhan. “Laboratorium ini berfungsi untuk mengambil sampel dan melakukan identifikasi awal tentang kualitas dan kuantitas gas CBM. Untuk analisa selanjutnya sebagai pendukung evaluasi akhir dilakukan di Cibitung,” jelasnya.

Semua kelengkapan organisasi, mulai dari kapasitas dan kapabilitas laboratorium yang terakreditasi, SDM yang bersertifikat dan berpengalaman, serta pengalaman dalam menangani beberapa proyek CBM akan disertakan dalam proses tender dalam sebuah proyek.


Capaian TKDN Sucofindo untuk CBM sudah mencapai sekitar 70% dari 60%
yang dipersyaratkan dalam proses tender.


Saat ini, Sucofindo sedang dalam proses pemeriksaan cakupan tingkat komponen dalam negeri (TKDN)  guna  mendapatkan sertifikat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dari  Kementerian Perindustrian. Dalam proses tender TKDN ini harus mencapai rate 60%. “Kami yakin bahwa capaian TKDN Sucofindo sudah mencapai sekitar 70%,” ujar Sufrin. Karena itu, Sufrin berharap bahwa jasa uji laboratorium Sucofindo untuk CBM bisa langsung mendapat pengakuan dari pemerintah dan akhirnya bisa diwajibkan untuk dimanfaatkan oleh para kontraktor CBM.
 
Secara menyeluruh pengujian CBM yang dapat dilayani oleh laboratorium Sucofindo mencakup :
•    Gas Content dengan standar AS 3890
•    Gas Composition dengan standar GAS Chromatography
•    Adsorption Isotherm dengan standar HPVA + Langmuir
•    Coal Maceral Composition  dengan standarASTM D 2798
•    Vitrinite reflectance dengan standar ASTM D 2799
•    Coal Proximate Analysis dengan standar ASTM, ISO
•    Coal Ultimate Analysis dengan standar ASTM ISO
•    pengujian lainnya sedang dalam tahap pengembangan.

Pengembangan dan produksi CBM terkait erat dengan lingkungan dan PT Sucofindo memiliki kemampuan untuk pengambilan sampel (sampling) udara, air dan juga kebisingan. Dengan melakukan sampling dan pengujian udara, air dan kebisingan diharapkan baku mutu lingkungan (Noise, air & water quality) dapat dicapai sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.