Hadapi APEC 2013, Hotel di Bali Laksanakan Sistem Manajemen Pengamanan

Rabu, 01 Mei 2013 | 18:41


Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) bekerjasama dengan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menargetkan 40 hotel di Bali memiliki sertifikasi Sistem Manajemen Pengamanan (SMP) pada 2013.
 
Sekretaris Jenderal Kemenparekraf, Ukus Kuswara meresmikan Peluncuran Sistem Manajemen Pengamanan Hotel disaksikan oleh Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan Polri, Komisaris Jenderal Polisi Oegroseno di Nusa Dua, Bali (29/04)

Sekretaris Jenderal Kemenparekraf, Ukus Kuswara mengatakan kualitas keamanan merupakan langkah strategis dalam mencapai keberhasilan di sektor pariwisata, untuk meraih potensi pasar wisatawan dunia yang sangat besar. Terkait hal itu, Kemenparekraf telah mengeluarkan Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia No.PM.106/PW.006/MPEK/2011 tentang Sistem Manajemen Pengamanan Hotel. Untuk mewujudkannya, Kemenparekraf telah membuat perjanjian kerjasama dengan Polri mengenai penyelenggaraan pengamanan di destinasi pariwisata, termasuk di hotel dan usaha akomodasi lain.

Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan Polri, Komisaris Jenderal Polisi Oegroseno, mengatakan SMP sangat penting untuk diwujudkan. Untuk memastikan implementasinya perlu dilakukan pembinaan dan pengawasan oleh Polri, Kemenparekraf, Pemda dan mitra independen dengan mekanisme pengawasan dan evaluasi menyesuaikan dengan regulasi yang dikeluarkan oleh Polri.

                      

Untuk menjamin profesionalitas dan independensi pelaksanaan audit SMP, Polri menunjuk badan audit yaitu PT Sucofindo (Persero) sebagai mitra independen melalui keputusan Kapolri. Sebagai badan audit SMP, PT Sucofindo (Persero) bekerjasama dengan Kemenparekraf, Persatuan Hotel dan Restoran (PHRI) dan Polri telah melaksanakan pelatihan Audit Sistem Manajemen Pengamanan Hotel terhadap 30 personil pada November 2012.

“Pelatihan audit SMP Hotel tersebut dilaksanakan untuk mempersiapkan personil yang siap mendukung program pemerintah,” kata Rudiyanto, Direktur Komersial II PT Sucofindo (Persero). Mengawalinya, akan dilakukan pilot project audit Sistem Manajemen Pengamanan Hotel terhadap 4 hotel, yaitu St. Regis Hotel Bali Resort dan Sheraton Kuta Bali serta The Dharmawangsa dan Oakwood Premier Cozmo Hotel Jakarta.

PT Sucofindo (Persero) bekerjasama dengan Polri berpengalaman dalam melakukan audit SMP di berbagai sektor. "Sejak ditunjuk Polri sebagai badan audit SMP tahun 2008, Sucofindo sudah menangani kurang lebih 90 perusahaan dari berbagai sektor. Yang terbanyak dari sektor energi, kira-kira 40%-nya, diikuti sektor tambang, minyak dan gas, manufaktur, konstruksi dan jasa," ujar Rudiyanto. Perusahaan yang lulus dan mendapatkan sertifikat SMP dari Polri sudah mencapai hampir 40%-nya. Lebih lanjut Rudiyanto menyampaikan, selain obvitnas (obyek vital nasional, Red.), pre-assessment SMP pun sudah pernah dilakukan terhadap beberapa hotel namun belum sampai pada tahap sertifikasi.
 

Dengan penerapan SMP di sektor pariwisata, khususnya perhotelan yang akan mulai diterapkan di Bali dapat mendorong terciptanya keamanan di berbagai aspek. Pada akhirnya, memberikan manfaat dan citra positif bagi hotel, juga bagi bangsa Indonesia di mata internasional terkait persiapan APEC 2013.