Indonesia - Uni Eropa Lakukan Penilaian SVLK di Sucofindo

Selasa, 07 Mei 2013 | 15:53


Uni Eropa mulai menunjukkan kepercayaannya terhadap Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK) Indonesia. Pada 1 Februari 2013 telah dibentuk Joint Preparation Committee (JPC) antara Indonesia dan Uni Eropa. JPC bertugas untuk melakukan penilaian SVLK dan mengidentifikasi perubahan regulasi yang diperlukan.
 
Tim konsultan Gabungan Indonesia dan Uni Eropa bersama tim Sucofindo saat pelaksanaan penilaian SVLK di PT Sucofindo, Jakarta (26/04)

“Penilaian SVLK ini dilakukan sebagai langkah menuju Voluntary Partnership Agreement (VPA) Indonesia – Uni Eropa. Penilaian ini dimaksudkan untuk memastikan SVLK Indonesia dapat memenuhi persyaratan legalitas kayu yang diperdagangkan di Uni Eropa”, kata Jussi Lounasvouri, konsultan dari pihak Uni Eropa saat melakukan penilaian (assessment) SVLK di PT Sucofindo, Jakarta (26/04).

Penilaian SVLK dilakukan oleh tim konsultan gabungan dari pihak Indonesia dan Uni Eropa. Selama 70 (tujuh puluh) hari, tim konsultan akan melakukan penilaian dan evaluasi penerapan SVLK terhadap 4 dari 10 Lembaga Verifikasi Legalitas Kayu (VLK), termasuk PT Sucofindo. Selain Lembaga VLK, tim konsultan juga akan mengumpulkan informasi dari kementerian kehutanan, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Komite Akreditasi Nasional (KAN), maupun institusi/badan yang terkait dengan penerapan SVLK di Indonesia.

Berbagai informasi dan dokumen bukti penerapan diminta dalam penilaian SVLK yang dilakukan oleh PT. Sucofindo. Kelengkapan prosedur administrasi dan operasional, seleksi dan kompetensi auditor, publikasi informasi kepada publik, penanganan keluhan dari masyarakat, LSM maupun pemerintah daerah, dan lisensi khusus dari Komite Akreditasi Nasional (KAN) untuk menerbitkan dokumen V-Legal juga disampaikan dalam penilaian tersebut. Respon positif ditunjukkan oleh tim konsultan ketika menutup rangkaian kegiatan penilaian SVLK tersebut.

Seiring dengan kebutuhan dan tuntutan pasar, khususnya Uni Eropa, pertumbuhan jasa SVLK terus meningkat. Saat ini, PT Sucofindo mendominasi lebih dari 50% pasar SVLK di Indonesia. Dengan mengantongi akreditasi KAN, penunjukan sebagai Lembaga VLK dari Kementerian Kehutanan, 18 titik layanan VLK yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia dan masih akan terus bertambah, PT Sucofindo tumbuh menjadi Lembaga VLK yang terbesar di Indonesia. Hal itu menjadi kekuatan Sucofindo dalam membantu pelaku perdagangan kayu (eksportir) terkait pemastian legalitas kayunya serta mendukung pemerintah dalam implementasi SVLK. [OTH]