Bupati-Walikota dan ratusan perusahaan terima award K3 dari Pakde Karwo

Rabu, 27 Maret 2013 | 09:32


Pemprov Jawa Timur memberi penghargaan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) kepada 10 bupati/wali kota dan ratusan perusahaan di Jatim di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Selasa (26/3).Penghargaan langsung diberikan oleh Gubernur Jatim, Soekarwo. Ada empat jenis penghargaan yang diberikan, seperti bupati/wali kota selaku pembinan K3 terbaik, pemerhati K3, perusahaan penerima kecelakaan nihil (zero accident) dan penghargaan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3).

Baca juga: Wih! KPU Jatim Terima Anggaran Pilgub 578 M dan DPRD Jatim apresiasi Raperda perlindungan penyandang cacat

Penerima penghargaan dalam acara yang digelar rutin setiap tahun ini meningkat dari tahun sebelumnya. Menurut Kepala Disnakertransduk Jatim, Hary Soegiri, tahun ini ada kenaikan untuk jumlah bupati/walikota dan perusahaan penerima penghargaan.

“Untuk pembina K3 terbaik diberikan kepada 10 bupati/walikota, ada kenaikan 20 persen dari tahun lalu. Untuk kecelakaan nihil penerimanya ada 275 perusahaan, naik 29 persen dibanding tahun lali. Dan untuk sistem manajemen K3 ada 32 perusahaan yang menerimanya. Kenaikannya 45 persen dibanding tahun lalu,” ungkapnya pada LICOM, Selasa (26/3).

Kenaikan jumlah penerima penghargaan ini, lanjutnya, merupakan kemauan dari seluruh stakeholder K3 yang ada di Jatim sesuai arahan dari gubernur. Karena Jatim siap melaksanakan budaya K3 pada tahun 2015 mendatang. Sementara untuk tim penilai terdiri dari Disnakertransduk Jatim, Bappeda Jatim, Birokesra Jatim, PT. Sucofindo dan PT. Jatim Aspek Nusantara.

Gubernur Jatim, Soekarwo menilai, informasi sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3) ini penting untuk berkompetisi dengan negara lain. “Karena itu kan jaminan kesehatan, hak-hak buruh, standarisasi tentang kerja. SMK3 itu sebetulnya kan ISO (International Organization of Standardization) nya Indonesia, itu penting sekali,” ujarnya.

Dari 3. 234 perusahaan, saat ini baru 275 yang menerima penghargaan. “Ini progres terus tiap tahunnya. Tahun lalu hanya 110 perusahaan yang menerima, tapi sekarang bertambah jadi 275. Tahun depan harus naik terus sampai 3 ribu lebih,” pungkasnya. @sarifa

sumber http://www.lensaindonesia.com