Pasca Merger, Sucofindo Siap Ekspansi Usaha

Kamis, 14 Maret 2013 | 09:34


Direktur Utama PT Sucofindo (Persero), Fahmi Sadiq menyatakan perseroan yang dipimpinnya siap mengembangkan usaha di beberapa negara Asia. Negara yang menjadi tujuan pengembangan usaha adalah Malaysia, Singapura, dan Hong Kong. Ketiga negara tersebut dinilai sebagai mitra strategis perdagangan Indonesia.Setelah bergabungnya PT Surveyor Indonesia (Persero) ke dalam PT Sucofindo (Persero), pihaknya akan memanfaatkan kantor-kantor Kerjasama Operasi kedua perseroan yang selama ini telah ada di beberapa negara. "Kami akan pakai kantor-kantor KSO di Malaysia, Singapura, dan Hongkong sebagai langkah awal perluasan usaha," kata Fahmi.

Di Malaysia, Sucofindo akan fokus mengembangkan layanan inspeksi dan sertifikasi di sektor perkebunan. Di Singapura dan Hong Kong akan dikembangkan layanan inspeksi, testing, dan sertifikasi produk industri dan konsumen.

Minggu lalu (5/3), RUPS kedua perseroan secara prinsip telah menyetujui bergabungnya PT Surveyor Indonesia ke dalam PT Sucofindo. Kementerian BUMN saat ini tengah mempersiapkan usulan penggabungan kepada Pemerintah. "Tujuan penggabungan untuk meningkatkan daya saing BUMN jasa survey di tingkat internasional," katanya. Selain itu, Pemerintah memperoleh keuntungan dengan menguatnya BUMN ini akan memperkuat kemampuannya dalam mendukung kegiatan ekspor-impor Indonesia.

Terkait nama perseroan hasil penggabungan, ia mengaku menyerahkannya pada Pemegang Saham. "Metode penggabungan yang ditetapkan adalah PT SI masuk ke dalam PT Sucofindo," katanya. Menurutnya, kedua perseroan selama ini memiliki reputasi dan kinerja yang baik. "Yang terpenting setelah penggabungan nanti, pelayanan perusahaan harus tetap berjalan lancar. Pelanggan harus diutamakan," katanya.

PT Sucofindo (Persero) merupakan perusahaan inspeksi dan survey pertama di Indonesia yang didirikan tahun 1956. Saat ini sahamnya dimiliki oleh Negara RI sebanyak 95%, dan SGS Geneva 5%. BUMN ini memiliki 152 jenis jasa di bidang inspeksi, pengujian, dan sertifikasi, dan beroperasi di 84 titik layanan di Indonesia.

PT Surveyor Indonesia (Persero) didirikan tahun 1991 dengan kepemilikan saham Negara RI sebanyak 85,12%, SGS 10,40 %, dan Sucofindo 4,48%. PT SI awalnya didirikan untuk melakukan kegiatan pre-shipment inspection terkait pengawasan importasi ke Indonesia. Saat ini kedua perseroan memiliki cakupan usaha yang hampir sama.


Ref: Siaran Pers No. 042/SP-III/CC/2013