MERGER BUMN: Surveyor Indonesia dan Sucofindo Bergabung Jadi PT Surfindo

Rabu, 27 Februari 2013 | 09:05


Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memutuskan nama baru PT Surfindo (Persero) untuk perusahaan hasil penggabungan (merger) PT Surveyor Indonesia (Persero) dan PT Sucofindo (Persero). Menteri BUMN Dahlan Iskan mengatakan proses penggabungan dan pengangkatan direksi perusahaan baru tersebut diperkirakan selesai pada pekan ini. “Nama baru perusahaannya sudah ditetapkan jadi PT Surfindo (Persero). Proses penggabungan dan pengangkatan direksi akan tuntas pekan ini,” kata Dahlan usai Rapim Kementerian BUMN di kantor pusat Bank Mandiri, Jakarta, Selasa (26/2/2013)
.
Meskipun demikian, dia enggan mengungkapkan calon Direktur Utama Surfindo itu. “Yang jelas, masa jabatan Dirut Sucofindo Arief Safari akan habis, sedangkan Dirut Surveyor Indonesia Fahmi Sadiq saya belum dapat infonya. Tunggu saja,” ujarnya.

Deputi Menteri BUMN bidang Jasa Gatot Trihargo menuturkan kedua perusahaan sudah menyetujui rencana penggabungan tersebut, secara substansi baik pemegang saham mayoritas maupun minoritas. Pemegang saham minoritas kedua perusahaan adalah PT Societe Generale de Surveillance (SGS) Holding, SA. yang memiliki 5% saham pada Sucofindo dan 10,40% saham Surveyor Indonesia. Pemerintah menguasai 95% saham Sucofindo dan 85,12% saham Surveyor Indonesia.

Penggabungan kedua BUMN yang bergerak di sektor jasa survei, inspeksi, dan konsultasi tersebut karena memiliki bidang usaha yang sama. Pemerintah berharap penggabungan kedua perusahaan tersebut dapat memberikan nilai tambah bagi pemegang sahamnya.

Berdasarkan Masterplan BUMN 2012—2014, Surveyor Indonesia dan Sucofindo memiliki aset masing-masing Rp566 miliar dan Rp1,04 triliun serta laba bersih Rp57 miliar dan Rp59 miliar pada 2011.

oleh Herdiyan
sumber http://www.solopos.com