Sucofindo Lakukan Uji Halal

Kamis, 07 Februari 2013 | 17:33


Sucofindo dipercaya oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PB NU) untuk melakukan pengujian halal terhadap sejumlah produk. Hal itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PBNU dan PT Sucofindo (Persero) dalam skema sertifikasi halal oleh NU. Dalam skema tersebut, Sucofindo bertindak sebagai Lembaga Pemeriksa Produk Halal.
   
Penyerahan Nota Kesepahaman antara Dirut PT Sucofindo, Arief Safari dengan Ketua Badan Halal NU, Maksum Mahfudh disaksikan oleh Ketua PBNU, Said Aqil Siroj dan Dirut PT Pegadaian, Suwhono saat Launching Badan Halal NU di Gedung PBNU, Jakarta (06/02).
 

MoU ditandatangani hari ini, Rabu 6/2, di kantor PBNU di Jakarta dalam acara peresmian Badan Halal Nahdlatul Ulama (Badan Halal NU). Penandatangan dilakukan oleh Ketua Badan Halal NU Prof. Dr. Maksum Mahfoedz dan Direktur Utama Sucofindo Ir. Arief Safari, MBA.

 
Menurut Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj pembentukan Badan Halal NU merupakan bentuk pelayanan kepada masyarakat, terutama Nahdliyyin, baik sebagai konsumen maupun pelaku usaha. “Kecenderungan umum sudah menghendaki jaminan halal setiap produk yang beredar di pasar. Karena itu atas kebutuhan masyarakat, terutama Nahdliyyin, Badan Halal NU kami resmikan operasionalnya,” kata Said Aqil.

Dirut Sucofindo Arief Safari mengatakan bahwa pihaknya sepenuhnya siap melayani kebutuhan pengujian halal. Dia menyebutkan infrastruktur yang dimiliki Sucofindo tersebar di lebih dari seratus titik layanan di seluruh Indonesia. Laboratorium pengujian badan usaha milik negara itu memiliki lisensi, akreditasi dan berbagai pengakuan internasional maupun nasional. “Tidak hanya menguji aneka produk industri dari berbagai sektor, selama ini kami juga melayani pengujian berbagai produk konsumen seperti makanan minuman, herbal, jamu, dan obat-obatan,” ujar Arief. 
Arief mengaku bangga dengan kepercayaan yang diberikan PBNU pada Sucofindo. Menurutnya hampir 90% usaha di Indonesia didominasi oleh usaha kecil dan rumah tangga. Dengan keterlibatan Sucofindo dalam skema sertifikasi halal ini, pihaknya turut serta dalam pengembangan ekonomi masyarakat. “Kami melakukan pola subsidi silang, biaya sertifikasi halal untuk usaha besar/menengah sebagian akan digunakan membantu sebagian biaya sertifikasi halal usaha kecil dan rumah tangga,” jelas Arief. “Sedangkan sebagian lagi biaya sertifikasi halal usaha kecil dan rumah tangga diharapkan dapat dibantu dari dana CSR BUMN lainnya melalui PKBL BUMN,” lanjut Arief.

Pada kesempatan yang sama, juga ditandatangani MoU antara Badan Halal NU dan PT Pegadaian (Persero) terkait permodalan pelaku usaha, terutama di kelas menengah dan kecil.


Ref: Siaran Pers SUCOFINDO No. 022/SP-III/CC/2013