Kopi Organik Bali Diminati Konsumen Luar Negeri

Jumat, 04 Januari 2013 | 09:12


Salah satu cara meningkatkan kapasitas produksi adalah dengan menambahkan mesin pengolahan dan meningkatkan kemampuan petaniProduksi kopi di Bali Provinsi belum mampu memenuhi permintaan pasar ekspor yang mencapai 2.000 ton per tahun.

"Sampai saat ini para petani kopi di wilayah ini hanya mampu memenuhi kebutuhan pasar ekspor sebesar 50 persennya saja," kata Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Bali Dewa Made Buana Duwuran di Denpasar, Kamis (3/1).

Menurut dia, dalam setahun para petani hanya mampu memenuhi permintaan pasar hanya sebesar 1.000 ton kopi per tahun.

Kondisi tersebut terjadi karena terbatasnya alat pengolahan dan sumber daya manusia.

Padahal dalam satu tahun rata-rata produksi kopi secara keseluruhan dalam setahun di Pulau Dewata adalah 3.500 ton.

"Oleh karena itu kami akan terus meningkatkan produksi olahan tersebut tidak hanya volumenya saja," ujarnya.

Dia menyebutkan salah satu cara untuk meningkatkan kapasitas produksi adalah dengan menambahkan mesin pengolahan dan meningkatkan kemampuan petani.

Kopi yang diproduksi di Pulau Dewata saat ini diarahkan ke organik dengan jenis arabika dan robusta yang tersebar di Tabanan, Buleleng, dan Karangasem.

sumber http://www.beritasatu.com