Produsen Kopi Didorong Naikkan Produksi Domestik

Jumat, 04 Januari 2013 | 09:11


Menteri Pertanian, Suswono meminta produsen kopi nasional agar lebih gencar meningkatkan produksi dan pengolahan di dalam negeri. Hal ini dimaksudkan untuk menambah nilai ekspor kopi olahan yang mempunyai nilai tambah tinggi."Selama ini produksi kopi di Indonesia sekira 75% di ekspor dalam bentuk bahan mentah dan hanya 25% saja yang diolah di dalam negeri menjadi kopi bubuk dan kopi instan. Kalau bisa mulai tahun depan porsinya sudah sebaliknya," kata Suswono di kantor Kementerian Pertanian Jakarta, Kamis (3/1/2012).

Sebagai produsen kopi ke empat terbesar dunia setelah Brazil, Vietnam dan Kolombia. Tantangan dan peluang Indonesia adalah bagaimana meningkatkan produksi dan pengolahan didalam negeri. Oleh karenanya meski sudah menembus pasar internasional, akan tetapi pengolahan kopi masih dilakukan di luar negeri.

"Ke depan produksi kopi didalam negeri harus bisa ditingkatkan. Karena harga kopi kedepan diprediksi akan terus naik seiring dengan meningkatnya konsumsi dunia," ujar Suswono.

Produksi kopi di tahun 2012 adalah sebesar 657.138 ton. Angka ini meningkat dari produksi kopi ditahun 2011 yang hanya sebesar 638.647 ton. Sementara pada tahun ini produksi kopi ditargetkan mencapai 763.000 ton. Selain kopi produk perkebunan yang menjadi andalan ekspor adalah, kakao, karet dan kelapa. [mel]

sumber http://ekonomi.inilah.com