BISNIS FLORIKULTURA: Kementan pacu produksi lewat kota hijau

Kamis, 03 Januari 2013 | 10:10


Kementerian Pertanian optimistis konsep kota hijau dapat menjadi salah satu faktor peningkat produksi dan bisnis florikultura dengan pertumbuhan 4%--10% pada 2013 dibandingkan dengan tahun sebelumnya.Direktur Direktorat Budidaya dan Pascapanen Florikultura Kementan Ani Andayani mengungkapkan rencana Kementerian Pekerjaan Umum mengembangkan lebih dari 100 titik hijau di perkotaan dengan luas masing-masing hingga 5.000 meter persegi akan meningkatkan bisnis florikultura khususnya tanaman pot dan lanskap.

 

"Kami sedang membuat konsepsi leverage meningkatkan usaha bagi para petani. Tidak hanya petani, juga perusahaan besar sebagai mitra Petani. Sebab itu dari segi bisnis sangat prospektif. Contohnya Kementerian PU [Pekerjaan Umum] membuat ruang terbuka hijau di lokus kota, itu pasar kami," terangnya kepada Bisnis, (2/1/2013).

 

Dia mengungkapkan selain dapat menjadi pasar bagi hasil produksi petani, ruang hijau, dan taman vertikal dapat menjadi ruang pamer bagi pengusaha tanaman bunga dan tanaman hias. Dengan demikian pelaku usaha dapat berkomunikasi langsung dengan calon konsumen.

 

Dalam pemenuhan kebutuhan ruang hijau itu, Ani mengaku kementerian berusaha melibatkan petani lokal dan pengusaha yang bertujuan ekspor. Dengan demikian pemenuhan kebutuhan tanaman hijau (greenery) dapat lebih variatif dan disesuaikan ruang. Dia menyebut hal tersebut sebagai sistem yang terutama berorientasi meningkatkan kesejahteraan petani, tetapi juga berpihak pada pengusaha besar.

 

Meski demikian dia mengaku tidak dapat memperkirakan angka kebutuhan bunga per kapita per tahun lantaran sifatnya yang berbeda dengan tanaman hortikultura lain. Misalnya saja kebutuhan buah dan sayur dapat ditetapkan baku karena hal tersebut terkait kebutuhan gizi dan asupan masyarakat, sedangkan untuk tanaman florikultura sangat bergantung pada selera pasar.

 

Dia mencontohkan pada 2011 angka estimasi rerata pertumbuhan produksi nasional mencapai 29% karena didorong oleh permintaan krisan yang meningkat 35%. Sebaliknya pada 2009 pertumbuhan bunga potong menurun karena adanya tren gelombang cinta yang meningkatkan tren tanaman pot dan lanskap.(msb)

oleh Rika Novayanti
sumber http://www.bisnis.com