Harga CPO mulai stabil bulan depan

Kamis, 03 Januari 2013 | 10:05


Harga minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) menyentuh harga tertinggi, setelah anjlok pada perdagangan akhir 2012. Perkiraan hujan yang dikhawatirkan bisa menyebabkan banjir di beberapa perkebunan kelapa sawit Malaysia memicu spekulasi berkurangnya pasokan dan kenaikan harga CPO.Harga CPO untuk pengiriman Maret 2013 di Bursa Derivatif Malaysia, Rabu (2/1), pukul 14.00 WIB, menguat 1,59% menjadi RM 2.477 per metrik ton dibanding harga penutupan, Senin (31/12). Harga CPO di Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (ICDX) untuk pengiriman Maret 2013 naik 0,32% menjadi Rp 7.820 per kilogram.

Ariana Nur Akbar, analis Monex Investindo Futures mengatakan, kenaikan harga saat ini hanya sementara karena ada beberapa faktor fundamental yang bisa mengganjal laju harga CPO. "Informasi mengenai pengetatan aturan impor minyak nabati dari China serta kemungkinan besar akan adanya perang pajak ekspor CPO antara Indonesia dan Malaysia bisa semakin menekan harga CPO di awal 2013," kata dia, Rabu (2/1).

Selain itu, Ariana melihat adanya ancaman produk substitusi yang bisa menggantikan CPO. Minyak nabati lain, seperti jagung dari Amerika Serikat (AS) patut diwaspadai karena bisa semakin menekan harga CPO.

Juni Sutikno, analis Philip Futures Indonesia juga memperkirakan, penguatan harga CPO hanya sementara. Sepanjang bulan ini, CPO cenderung tertekan karena lesunya permintaan ekspor dan masih tingginya persediaan CPO sejak Desember 2012.

Juni memprediksi, harga CPO baru mulai stabil bulan depan karena naiknya permintaan menjelang hari raya Imlek. Di bulan yang sama, juga terjadi peremajaan tanaman sawit. Akibatnya, stok berkurang dan berpotensi menaikkan harga. "CPO belum akan melanjutkan penguatan hingga harganya bisa stabil pada kisaran RM 2.628 per metrik ton," kata Juni.

Juni bilang, lebih banyak sentimen negatif yang mengelilingi CPO. Kepercayaan investor terhadap komoditas ini belum pulih. Akibatnya, nilai transaksi perdagangan turun.

Juni memprediksi, harga CPO akan bergerak dengan support RM 2.302 dan resistance di RM 2.628 per metrik ton hingga akhir pekan. Memasuki Febuari, CPO berpotensi menguat jika berhasil mempertahankan harga RM 2.628 di pertengahan Januari. Level support bulan depan diperkirakan akan menembus RM 2.295 dan resistance RM 2.830. Proyeksi Ariana, CPO akan mengalami koreksi, dengan pergerakan di kisaran RM 2.438 – RM 2.506 per metrik ton di pekan ini.

Oleh Agung Jatmiko, Dina Farisah
sumber http://investasi.kontan.co.id