Dividen BUMN 2012 Capai Rp 30,22 Triliun

Jumat, 28 Desember 2012 | 09:25


Setoran itu baru 98.24% dari target penerimaan deviden tahun 2012 yang sebesar Rp 30,76 triliun.Setoran dividen Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada Pemerintah mencapai Rp 30,22 triliun. Setoran itu baru 98.24% dari target penerimaan deviden tahun 2012 yang sebesar Rp 30,76 triliun.

Sekretaris Kementerian BUMN, Wahyu Hidayat menyatakan, penerimaan terbesar diperoleh dari BUMN tambang, seperti Pertamina, Antam, Bukit Asam, dan Timah. Diproyeksikan diveden dari BUMN Tambang ini mencapai Rp 30 triliun.

Penerimaan terbesar juga berasal dari BUMN perkebunan yang besarnya ditargetkan mencapai Rp 5 triliun.

“Dividen juga diperoleh dari kepemilikan minoritas, seperti Indosat sekitar Rp 59,7 miliar dari 14,29% saham dan Sucofindo Rp 48,5 miliar dari 10% saham,” kata Wahyu.

Sementara untuk dividen Perusahaan Listrik Negara (PLN) diperkirakan turun, karena laba seperti RKAP 2012 sebesar Rp 12 triliun tidak dapat tercapai. Penyebabnya adanya rugi kurs serta penerapan International Financial Reporting Standard/IFRS.

Adapun Freeport Indonesia tidak akan memberikan setoran dividen karena gangguan operasional perusahaan akibat kerusuhan serta kadar emas yang dikeruk memiliki kandungan rendah sehingga menyebabkan kinerja keuangan akan tertekan. Ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang menyetor Rp 1 hingga Rp 1,5 triliun.

oleh Ainur Rahman
sumber http://jaringnews.com